Sabtu, 4 April 2020

Risiko Kanker Meningkat pada Orang-orang Bertubuh Tinggi

- 24 Agustus 2019, 12:28 WIB
ILUSTRASI penyakit kanker.*/CANVA

LOS ANGELES, (PR).- Orang-orang bertubuh tinggi memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena berbagai jenis kanker. Seperti dilansir The Guardian, penelitian terbaru menunjukkan hal itu disebabkan ukuran tubuh yang lebih besar dan sel-sel yang lebih banyak sehingga mutasi yang berbahaya bisa saja terjadi. 

Beberapa penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara tinggi badan dan risiko kanker dengan menunjukan bahwa setiap 10 cm tinggi dalam kisaran manusia, risikonya meningkat 10%. Hubungan serupa juga ditemukan pada anjing.

Para ilmuwan telah memberikan sejumlah penjelasan yang berbeda untuk hal ini, termasuk pertumbuhan hormon tertentu bisa berperan baik dalam tinggi badan maupun kanker.

Adapun faktor lain seperti faktor lingkungan, dalam hal ini nutrisi atau penyakit pada masa kanak-kanak bisa menjadi penyebab kanker.

Salah satu hipotesis utama adalah bahwa sesuatu yang terjadi di awal kehidupan lah yang membuat sel lebih rentan terhadap kanker, dan suatu kebetulan, hal itu juga menyebabkan seseorang menjadi lebih tinggi. 

loading...

Mutasi sel

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh profesor biologi di University of California Riverside, Leonard Nunney. Ia mengatakan penelitiannya telah diterbitkan dalam Proceeding of the Royal Society B yang didasarkan pada model dasar tentang bagaimana kanker berkembang, dimana individu mengumpulkan mutasi sel mereka (selain dalam sperma atau sel telur) selama hidup mereka. 

Jika serangkaian mutasi tertentu terjadi, maka kanker tertentu juga akan mulai timbul. Teori ini menunjukan bahwa semakin banyak sel yang dimiliki, maka semakin besar pula risiko kanker yang ada. Nunney membandingkan risiko keseluruhan bagi pria dan wanita yang terkena kanker jenis apapun dengan tinggi badan yang bertambah. Hasilnya mengungkapkan bahwa prediksinya selaras dengan observasi pada kehidupan nyata. Prediksi Nunney menunjukan peningkatan risiko sebesar 13% untuk setiap pertambahan 10 cm tinggi badan pada wanita dan 11% pada pria dan ditemukan hasil penelitian masing- masing 12% dan 9%.

Secara keseluruhan, peningkatan risiko akibat tinggi badan terlihat pada 18 dari 23 kanker. Nunney mengatakan, beberapa kanker mungkin tidak menunjukan keterkaitan karena dampaknya pada tinggi badan tertutupi oleh hal lain, seperti infeksi HPV untuk kanker serviks. Meskipun demikian, penemuan yang menunjukan jumlah sel merupakan hal yang penting.   

Penelitian ini juga menimbulkan beberapa hal yang mengejutkan. Sebagai contohnya, kanker kulit melanoma menunjukan  hubungan yang lebih kuat dengan tinggi badan, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Hal yang ditunjukan Nunney mungkin merujuk pada orang- orang yang lebih tinggi yang memiliki kadar hormon pertumbuhan atau disebut dengan IGF-1 yang lebih banyak. 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X