Selasa, 25 Februari 2020

Pemadaman Listrik Bisa Menjadi Bencana Besar

- 22 Agustus 2019, 10:11 WIB
FOTO ilustrasi petugas sedang melakukan perawatan jaringan listrik.*/ANTARA

Dengan adanya perubahan perubahan iklim yang mulai mengubah sistem cuaca, kenaikan suhu bisa saja membuat beberapa bagian dari bumi menjadi tidak layak huni di masa yang akan datang.

Jika aliran listrik dapat terus dipertahankan tanpa gangguan, maka hidup dalam kondisi stres akibat suhu panas kronis, masih bisa dijalani. 
Akan tetapi, pemadaman listrik bisa menjadi bencana yang besar.

Dalam sebuah makalah yang baru- baru ini diterbitkan di Nature Climate Change, Dr Matthews dan tim nya melihat pada peristiwa yang disebut “grey swan” dalam kasus panas ekstrim yang bertepatan dengan pemadaman listrik besar-besaran.

Pemadaman besar- besaran terkadang mengikuti adanya angin topan tropis yang kuat. Para peneliti menemukan bahwa suhu panas berbahaya selama periode pemadaman listrik bisa memiliki konsekuensi yang besar.

Berbulan-bulan

Salah satu contohnya ialah pemadaman selama berbulan-bulan di Puerto Rico setelah badai Maria. Hal itu disebabkan oleh adanya angin topan tropis dan efeknya pun menjadi hal yang paling serius.

Mereka juga menemukan bahwa ketika iklim memanas, semakin besar kemungkinannya bagi angin topan kuat semacam ini akan diikuti oleh panas yang berbahaya. Hal tersebut akan terjadi setiap tahun jika pemanasan global mencapai suhu 4° C.

Selama proses tanggap darurat terhadap angin topan tropis, menjaga agar suhu tubuh tetap dingin harus menjadi prioritas utama, sama seperti menyediakan air minum yang bersih.

Negara- negara yang memiliki suhu panas cenderung memiliki tingkat kesiapan yang rendah untuk menghadapi bahaya yang mungkin terjadi kedepannya. Hal ini bisa menorong terjadinya migrasi masal yang akan membuat panas menjadi masalah di seluruh dunia, bahkan untuk negara- negara yang tidak mengalami suhu panas.

Matthwes pun menulis “Tantangan kedepannya akan sangat berat. Adaptasi pun memiliki batasnya sendiri. Oleh karena itu, manusia harus mempertahankan perspektif global tentang panas dan mengejar respon global, memangkas emisi gas rumah kaca agar tetap bertahan pada batas suhu yang seharusnya.”
“Dengan cara ini, kita memiliki peluang terbesar untuk mencegah panas yang mematikan, baik di rumah kita, maupun di luar,” tambahnya.***

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X