Jumat, 24 Januari 2020

Pemadaman Listrik Bisa Menjadi Bencana Besar

- 22 Agustus 2019, 10:11 WIB
FOTO ilustrasi petugas sedang melakukan perawatan jaringan listrik.*/ANTARA

PETAK-petak tanah bisa segera menjadi tidak layak huni di tengah perubahan cuaca yang sangat dahsyat. Menurut para ilmuwan, suhu udara dunia yang ekstrim mendorong tubuh manusia “mendekati batas termal”.

Dilansir laman Independent, gelombang panas telah menyapu wilayah Eropa beberapa waktu lalu dengan suhu lebih dari 40° C di beberapa negara.

Sementara di beberapa tempat seperti Asia Selatan dan Teluk Persia, suhu udaranya telah mencapai 54° C.

Terlepas dari semua efisiensi termal tubuh, wilayah-wilayah ini bisa menjadi tidak layak huni di masa yang akan datang, menurut ilmuwan cuaca di Loughborough University, Dr Tom Matthews.

Saat suhu udara lebih dari 35° C, tubuh mengeluarkan keringat untuk menjaga agar tubuh berada dalam kondisi aman. Namun, saat suhu pada “termometer bola basah” yang menunjukan kemampuan uap air untuk menguap mencapai 35° C, sistem ini tidak lagi berfungsi.

Dr Matthews menulis bahwa suhu pada bola basah biasanya lebih rendah dari suhu normal.

Setelah batas suhu dari bola basah ini dilewati, maka udaranya penuh dengan uap air sehingga keringat tidak lagi menguap. Hal ini berarti tubuh manusia tidak bisa mendinginkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup lebih dari beberapa jam.

Tidak layak huni

Selain itu, Dr Matthews juga menambahkan bahwa tanpa sarana untuk menghilangkan panas, suhu inti tubuh kita akan naik, terlepas dari berapa banyak air yang kita minum, berapa banyak tempat teduh yang kita cari, atau berapa banyak istirahat yang kita dapatkan.

Menurut Dr Matthews, beberapa daerah, yang termasuk paling padat penduduknya di bumi akan bisa melewati ambang batas ini pada akhir abad ini.
Sudah ada bukti terkait suhu bola basah yang terjadi di Barat Daya Asia.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X