Minggu, 15 Desember 2019

Zona Aman Suriah Hanya Impian

- 12 Agustus 2019, 02:38 WIB
PEJALAN kaki di Suriah bagian utara.*/AFP

PENGUMUMAN yang disampaikan oleh Turki dan Amerika Serikat tentang pendirian zona aman di timur laut Suriah yang rencananya akan dikelola Kurdi, menghilangkan kekhawatiran terjadinya serangan ke Suriah. Akan tetapi, hal itu akan mempersulit hubungan Washington dengan pasukan yang membantu mengalahkan ISIS.

Pengumuman itu muncul ketika Ankara sedang menyelesaikan penumpukan pasukan di sepanjang perbatasan selatan yang bersebelahan dengan Kurdi-Suriah. Pada hari Minggu lalu, presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan mengancam untuk menyerang dalam dua minggu ke depan serta membuat teka teki bagi Washington yang memandang Turki sebagai sekutu. Oleh karena itu, Washington pun semakin berjuang untuk menghindarkan konflik dengan Turki.

Meskipun detailnya ringan, perjanjian itu menunjukan bahwa zona aman di timur laut Kurdi akan dijalankan oleh pasukan Turki dan AS. Tidak ada hal spesifik yang ditawarkan tentang rute itu dan seberapa jauh itu akan masuk ke wilayah Suriah.

Kurangnya kejelasan membuat beberapa pengamat, termasuk mantan pejabat AS mengatakan bahwa pada dasarnya, ini adalah perjanjian untuk terus bernegosiasi. 

Walaupun ini hal yang bagus, Trump tidak memiliki komitmen terhadap Suriah. Saat ini, pasukan AS pun sedang terpuruk, dan hanya ada sedikit yang bisa mereka lakukan untuk medukung zona aman. Jadi, zona aman itu banyak angan- angan.

Turki mengatakan bahwa zona itu akan digunakan untuk mengembalikan para pengungsi Suriah ke perbatasan mereka karena para pejabatnya pun telah kembali ke Suriah beberapa pekan terakhir. 

Pejabat senior Kurdi mengatakan, langkah tersebut sama dengan membentuk kembali perbatasan secara demografis yang didominasi oleh Kurdi dan ingin diubah menjadi kubu Arab oleh Ankara.

“Kami menyadari niat pemerintah Turki, yaitu mengubah demografi Suriah seperti yang dilakukan rezim Ba’ath di tahun 1960- an dengan membangun sabuk Arab,” kata Jihad Omar, Ketua Kantor Hubungan Diplomatik Dewan Demokratik Suriah kepada The Guardian.

 Ia pun menambahkan bahwa hal ini merupakan hal yang mereka lawan karena itu adalah genosida terhadap Kurdi.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X