Sabtu, 22 Februari 2020

Pernah Dihancurkan, Trem Kini Akan Dihidupkan Kembali

- 9 Agustus 2019, 12:09 WIB
FOTO ilustrasi transortasi trem.*/RAFAEL MARCHANTE/REUTERS

SYDNEY, (PR).- Pada akhir 1950-an Sydney memutus jaringan tremnya, yang pernah menjadi salah satu jaringan terbesar di dunia.  Hampir 1.000 trem  dibawa ke bengkel-bengkel di pinggiran kota dan bagian-bagiannya dilucuti untuk dijual, sebelum dijungkirbalikan, disiram dengan minyak bah lalu dibakar.

Sekarang trem telah  kembali, tetapi Sydney juga harus susah payah membangun kembali dari bagian sistem lama. Pembangunan kereta ringan dengan jarak 12,8 km dari Circular Quay ke Randwick dan Kingsford diperkirakan akan menelan biaya sebesar 2,7 miliar dolar. Hal ini telah menyebabkan kesengsaraan terhadap  toko-toko dan bisnis lain.

Sekitar satu dekade sebelum penutupannya, sistem trem Sydney telah melayani sekitar 400 juta perjalanan pada penumpang per tahun  sejauh lebih dari 250 km, yang utamanya melayani pinggiran timur, selatan, dan barat daya, dan membentang sejauh utara Narrabeen di puncaknya. 

Namun, ledakan  lalu lintas kendaraan mobil pada tahun-tahun pascaperang, membujuk pemerintah New South Wales bahwa jalan bebas hambatan di perkotaan merupakan cara untuk mencapai masa depan yang cerah (Jalan Tol Cahill merupakan jalan tol pertama di Australia yang dibuka pada tahun 1958), dan trem menjadi penghalang untuk visi itu.

Penghancuran jaringan trem di pertengahan 1950-an terjadi dengan cepat dan brutal. Pada tahun 1958, depot Benteng Macquarie di Circular Quay dihancurkan untuk membuka jalan bagi Gedung Opera, dan jalur di sepanjang George Street dihancurkan. Trem terakhir di Sydney dioperasikan pada tanggal 25 Februari 1961 dari Hunter Street ke La Perouse (sepanjang rute yang sama yang sekarang sedang dibangun kembali).

Vandalisme

Mathew Hounsell, seorang konsultan riset senior di Institute for Sustainable Futures di University of Technology, Sydney, menganggap bahwa penghancuran jaringan itu merupakan  “Vandalisme terorganisir terbesar dalam sejarah bangsa kita”.

Dia mengatakan keputusan yang dibuat pada 1950-an bisa memicu masalah dalam jangka waktu panjang. Dia juga mengatakan, dengan ketidakadaan trem, penggunaan mobil pribadi akan menjolak sehingga dapat memperburuk kondisi lalu lintas.

Orang- orang yang merencanakan penghancuran sistem trem ini, sangat mudah terpengaruh oleh  efek internasional yang kuat, yang menyebabkan meningkatnya kepemilikan mobil pribadi di Australia.

Pada tahun 1949 tiga perwakilan Dewan Transportasi Penumpang London merekomendasikan kepada pemerintah NSW bahwa Sydney untuk  membatalkan pesanan 250 trem baru dan mengganti seluruh sistem dengan bus pada tahun 1960. Tiga tahun kemudian Alec Valentine, presiden British Institute of Transport, datang ke Sydney dan mengulangi pesannya.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X