Selasa, 10 Desember 2019

Ilmuwan Eropa Ciptakan Robot yang Bisa Rasakan Sakit

- 9 Agustus 2019, 10:31 WIB
ROBOT yang bisa merasakan sakit dan mendeteksi kerusakan dirinya sendiri.*/THE GUARDIAN.

LONDON, (PR).- Mulai dari untuk mengambil buah-buahan sampai melakukan operasi kecil, tangan robot lunak terbuat dari plastik seperti jeli ini dianggap ilmuwan sebagai solusi untuk berbagai kebutuhan manusia di masa depan. Akan tetapi, tekstur robot yang lembut dan halus ini membuatnya rentan terhadap kerusakan. Selain itu, robot juga jadi tidak praktis saat digunakan.

Dilansir laman The Guardian, Kamis, 8 Agustus 2019, proyek robot generasi baru ini didanai oleh Komisi Eropa, dan dipimpin oleh ilmuan dari Universitas Brussles dan Universitas Cambridge bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Fisika dan Kimia Industri di Paris, Laboratorium Federal Swiss untuk Ilmu dan Bahan Teknologi, dan produsen polimer Belanda SupraPolix. 

Proyek ini bertujuan untuk membuat robot yang bisa memperbaiki dirinya sendiri, merasakan "rasa sakit" atau  kerusakan sebelum memperbaiki dirinya, tanpa campur tangan manusia.

Para peneliti telah berhasil mengembangkan polimer yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan membuat ikatan yang baru dalam waktu 40 menit. Tahap selanjutnya adalah memasang sensor serat yang bisa mendeteksi di mana kerusakan berada di dalam polimer tersebut. Tujuan akhirnya adalah membuat sistem penyembuhan otomatis, menghilangkan kebutuhan panas dari sentuhan tangan manusia untuk mengaktifkan sistem tersebut.

Sejauh ini percobaan menunjukkan proses penyembuhan bisa memakan waktu hanya dalam beberapa hari sampai dua minggu dalam suhu ruangan, tergantung pada luas dan tempat kerusakan.

Prof Bram vanderborght, dari Free University Brussles (Vrije Universiteit Brussel) selaku pengelola proyek mengatakan, penelitian ini merupakan langkah pertama dalam pengembangan generasi robotika baru.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mengambil langkah pertama untuk menciptakan bahan yang dapat menyembuhkan diri untuk robot. Dengan penelitian ini kami ingin melanjutkan dan tentunya, memastikan robot yang digunakan di lingkungan kerja kita itu aman dan lebih awet. Berkat mekanisme perbaikan otomatis dari robot jenis baru ini. Perbaikan yang rumit dan mahal akan menjadi sesuatu yang usang,” ujar dia.

Tangan robot yang lunak ini dibuat menggunakan cetakan 3D. Tangan robot ini mampu memanipulasi objek yang rapuh dengan ketstabilannya, menjadikannya lebih aman bagi manusia yang berada di lingkungan seperti pabrik dan tempat kerja. Proyek ini bertujuan untuk membuat sesuatu yang disebut “bahan antropomorfik” yang mampu merasakan rasa sakit

Grippers, alat pengambil yang digunakan untuk memetik dan menempatkan buah dan sayuran dibuat halus, untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Akan tetapi, rentan akan retakan dan sobekan. Biaya ganti suku cadangnya pun dierkirakan bisa sampai £ 320 juta (Rp 5 triliun) per tahun.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X