Selasa, 18 Februari 2020

Pindah Rumah Picu Bayi Lahir Prematur

- 9 Agustus 2019, 10:37 WIB
FOTO ilustrasi bayi lahir prematur.*/ANTARA

WASHINGTON, (PR).- Kajian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukan bahwa pindah rumah pada trisemester awal kehamilan menyebabkan stres pada ibu hamil. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa bayi berisiko lahir prematur dan bayi lahir dengan berat badan lebih kecil.

Seperti dilansir laman CNA News, Kamis 8 Agustus 2019, berpindah rumah mempengaruhi kehamilan pada wanita dalam aspek fisik, gangguan bersosialisasi, stres ketika berpindah, kesulitan memperoleh layanan kesehatan.

Hal lain selain permasalahan kehamilan adalah kehilangan pekerjaan dan berbuntut pada kesehatan di masa kanak-kanak.

Julia Bond dari University of Washington School of Public Health in Seattle selaku pimpinan penelitian mengungkap, perpindahan merupakan hal umum sewaktu kehamilan, sebab orang-orang umumnya berpikir untuk memperluas rumah atau mencari tempat baru untuk membesarkan anak.

Penelitian sebelumnya juga menaksir seperempat dari wanita yang hamil di Amerika berpindah rumah.

Peneliti menganalisa data akta kelahiran di Washington dari tahun 2007-2014 menemukan 28 ribu wanita dari 112 ribu orang yang pindah rumah pada trisemester pertama kehamilan yang mendapat risiko lebih besar lahir dengan berat kecil dan terlahir prematur.

Secara utuh bukan berarti wanita hamil tidak bisa berpindah rumah tetapi karena kerentanannya, wanita hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter dan menghindari hal yang membuatnya stres. Perencanaan yang dilakukan perlu matang dan hati-hati dan jangan sampai membebani mereka.***


Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X