Sabtu, 29 Februari 2020

Mengurangi Anak Bisa Mencegah Perubahan Iklim

- 9 Agustus 2019, 09:50 WIB
ILUSTRASI dampak perubahan iklim.*/ANTARA

SINGAPURA, (PR).- Dalam rangka perlawanan terhadap perubahan iklim, para ahli lingkungan telah mendesak setiap orang untuk memperhatikan plastik sekali pakai dan membuat beberapa perubahan besar dalam kehidupan sehari- hari. Hal itu bisa dilakukan dengan mengurangi berkendara dan mengubah hal yang kita beli dan makan.

Dilansir CNA, Kamis 8 Agustus 2019, lektor kepala di Singapore Management University, Winston Chow mengatakan bahwa sebagian besar tindakan yang dilakukan orang- orang kurang terlihat. Oleh karena itu, upaya untuk mengubah perilaku dalam jangka panjang sangat diperlukan.

Beberapa langkah bisa saja mengurangi jumlah konsumsi barang, bahan- bahan dan jasa yang menghasilkan emisi karbon.

Survey Mediacorp yang dirilis pada Rabu lalu menunjukan bahwa 9 dari 10 warga Singapura setuju untuk ikut andil dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Sebagian besar dari jejak emisi karbon individu berkembang dari penggunaan energi baik di rumah maupun transportasi, pembuatan barang yang kita beli atau makanan yang kita konsumsi.

Tindakan yang sangat berpengaruh di antaranya adalah menghindari penerbangan yang panjang, penggunaan mobil atau taksi, dan konsumsi daging sapi. Langkah-langkah yang efektif tersebut tampaknya akan sulit dilakukan mengingat budaya yang telah ada.

Kurangi waktu berkendara

Sebuah penelitian pada tahun 2017 memberi peringkat pada 148 tindakan individu yang bisa mengurangi perubahan iklim. Bebas dari mobil merupakan cara paling efektif ke dua di samping tidak memiliki anak.

Penelitian itu juga mengatakan bahwa langkah tersebut bisa mengurangi 2,4 ton emisi rumah kaca dalam setahun.

Menurut National Climate Change Secretariat, di Singapura, mobil pribadi menyumbangkan lebih dari sepertiga emisi untuk sektor transportasi selain dari kendaraan umum, taksi, bus, MRT / LRT dan motor.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X