Senin, 16 Desember 2019

Dokter Cabut 526 Gigi Bocah 7 tahun

- 7 Agustus 2019, 20:00 WIB
Ratusan gigi berhasil dicabut dari mulut seorang anak berusia 7 tahun, di New Delhi, India. Ini adalah kasus pertama yang didokumentasikan di seluruh dunia, dimana begitu banyak gigi ditemukan pada satu individu.*/REUTERS

NEW DELHI, (PR).- Dokter berhasil mencabut sebanyak 526 struktur yang berbentuk seperti gigi dari mulut seorang bocah berusia 7 tahun. Seperti dilaporkan NBC News, bocah yang tidak diketahui namanya ini dibawa ke Universitas Dokter Gigi Saveetha dan rumah sakit di Chennai, ibukota negara bagian Tamil Nadu. Pasalnya, orang tua sang bocah khawatir jika pembengkakan pada rahang anaknya kemungkinan kanker.

Ahli bedah menemukan “sekumpulan gigi” yang terkumpul di rahang anak tersebut dan mencabutnya selama operasi berlangsung. 

“Pada evaluasi lebih lanjut oleh ahli patologi oral, ada temuan yang sangat mengejutkan. Dalam kantong di rahang anak tersebut terdapat 526 struktur seperti gigi,” ujar otoritas rumah sakit dalam jumpa pers seperti dikutip NBC News. 

“Dalam istilah patologi sendiri, itu mengingatkan kepada mutiara di dalam tiram." ujarnya lagi.

Operasi tersebut memakan waktu lima jam. Dokter akhirnya berhasil mencabut semua gigi dari mulut anak tersebut. Ukuran giginya bermacam-macam mulai dari 1mm sampai 15mm, masing-masing menyerupai gigi dengan kepala gigi tertutup enamel dan struktur seperti akar.

“Ini adalah kasus pertama yang didokumentasikan di seluruh dunia, dimana begitu banyak gigi ditemukan pada satu individu,” kata pernyataan resi pihak rumah sakit. “Kejadian langka ini disebut sebagai ‘senyawa odontome'."

Menurut sebuah studi kasus dari American Academy of Pediatric Dentistry, senyawa odontoma dianggap sebagai hal yang anomali. Dalam hal ini,  tumor yang terbentuk di kantong rahang terbuat dari enamel dan dentin. Odontoma biasanya terdeteksi pada orang berusia 20 tahun, tetapi dapat didiagnosa pada usia berapapun.

Orangtua anak tersebut awalnya membawa dia ke dokter untuk kasus pembengkakan rahang saat sang bocah berusia 3 tahun. Akan tetapi, saat itu anak tersebut tidak kooperatif saat dokter memeriksanya. Usia anak yang masih sangat muda membuat dokter kesulitan untuk melakukan pemeriksaan dan diagnosa yang tepat.

Selama bertahun-tahun, area bengkak pada rahang sang bocah pun semakin bertambah. Sejauh ini, rumah sakit belum menentukan secara pasti kapan operasi untuk menyetop pertumbuhan yang anomali tersebut.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X