Jumat, 6 Desember 2019

Penembakan Massal Kembali Terjadi, 20 Orang Tewas

- 4 Agustus 2019, 10:51 WIB
PARA pelanggan yang syok keluar gedung sambil mengangkat tangan.*/REUTERS

TEXAS, (PR).- Dua puluh orang tewas dan 26 lainnya terluka dalam penembakan massal di kota El Paso, Texas.

Gubernur Texas Greg Abbott menyebutnya sebagai "salah satu hari paling mematikan dalam sejarah Texas".

Pembantaian itu terjadi di toko swalayan Walmart dekat Cielo Vista Mall, beberapa mil dari perbatasan AS-Meksiko.

Polisi telah menahan seorang pria berusia 21 tahun. Mereka mengatakan, tersangka adalah penduduk kota Allen di wilayah Dallas, sekitar 650 mil (1046km) timur dari El Paso.

Media AS melaporkan nama pria itu adalah Patrick Crusius.

Gambar CCTV yang disebut menunjukkan pelaku penembakan dan disiarkan di media AS menunjukkan seorang pria mengenakan kaus warna hitam, mengenakan penutup telinga, dan mengacungkan senapan serbu.

Identitas para korban belum diungkap. Namun, Presiden Meksiko Manuel Lopez Obrador mengatakan tiga warga Meksiko telah tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan tersebut, lansir kantor berita Reuters yang dikutip BBC.

Serangan ini terjadi kurang dari sepekan sejak seorang remaja menembak tiga orang di festival kuliner di California. Penembakan di Texas telah dijuluki sebagai insiden penembakan paling mematikan kedelapan dalam sejarah AS modern.

"Kami sebagai negara bagian bersatu mendukung para korban ini dan anggota keluarga mereka," kata Abbott.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X