Senin, 24 Februari 2020

Indonesia Hadiri CEAPAD Pertama di Palestina

- 8 Juli 2019, 12:51 WIB
Palestina/REUTERS

RAMALLAH, (PR).- Indonesia kembali menunjukkan dukungan terhadap Palestina dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) “Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD)”, di Ramallah, Palestina pada 3 - 4 Juli 2019 lalu.

Melansir siaran pers KBRI Amman, yang diterima Pikiran Rakyat, Senin, CEAPAD SOM III ini selain merupakan pertemuan pertama yang diadakan di wilayah Tepi Barat, juga sebagai bentuk komitmen dukungan langsung kepada Palestina.

Rangkaian Pertemuan ini dibuka oleh Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh yang sekaligus meluncurkan CEAPAD Trade Day di Jericho. Dalam pidatonya PM Shtayyeh menyampaikan bahwa prioritas utama Palestina adalah mengakhiri pendudukan Israel di tanah Palestina.

Oleh karenanya pembangunan ekonomi merupakan sarana pendukung dalam agenda Palestina untuk menghadapi dan mengakhiri penjajahan tersebut.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Ketua Delegasi RI, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu RI, Cecep Herawan menyampaikan bahwa melengkapi dukungan politik, Pemerintah RI selalu berperan aktif dalam memberikan penguatan kapasitas (Capacity Building) guna menyokong pembangunan manusia dan memperkuat ekonomi di Palestina.

Lebih lanjut, Cecep menyampaikan bahwa sepanjang 2019, Indonesia, baik melalui pemerintah maupun masyarakat,  telah menyalurkan lebih dari $ 1 juta dalam bentuk berbagai program capacity building dan bantuan kepada Pemerintah dan rakyat Palestina. Dukungan ini merupakan tindak lanjut atas komitmen RI yang disampaikan oleh Menlu RI pada CEAPAD Ministerial Meeting di Bangkok, Juni 2018 lalu dan pada saat kunjungan kerja ke Yordania bulan Maret 2019 lalu.

Dubes RI untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto menambahkan sejumlah proyek yang tengah dilakukan Indonesia melalui jalur bilateral, antara lain renovasi rumah sakit Indonesia di Gaza, rencana pembangunan pusat traumatik dan rehabilitasi di Hebron, penyelenggaraan kursus bahasa Indonesia di Hebron dan Bethlehem serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat dan Yordania. 

“Selama dua tahun terakhir, KBRI Amman telah memfasilitasi bantuan dari berbagai aktor non-pemerintah senilai $5,5 juta untuk Palestina, termasuk pengungsi”, lanjut Andy.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X