Selasa, 25 Februari 2020

Rokok Elektrik Dilarang di San Fransisco

- 27 Juni 2019, 05:15 WIB
ROKOK elektrik.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

SAN FRANSISCO, (PR).- Sejumlah kawasan di Amerika Serikat, Rabu, 26 Juni 2019, mulai menerapkan larangan penggunaan dan penjualan rokok elektrik (vape). 

Seperti dilaporkan BBC, Rabu, 26 Juni 2019, San Francisco menjadi kota pertama yang melarang penggunaan rokok elektrik di Amerika. Selain itu, San Francisco juga menjadi kota di Amerika pertama yang melarang penjualan rokok elektrik sampai adanya kejelasan efek sampingnya bagi kesehatan.

Pemerintah San Fransisco menetapkan larangan kepada seluruh toko-toko yang menjual produk rokok elektrik dan juga melarang pengirimannya menuju San Francisco. Adapun negara bagian California merupakan tempat produksi merk rokok elektrik terpopuler di Amerika, Juul Labs.

Otoritas Juul Labs berpendapat, ketetapan ini akan membuat pemakai rokok elektrik akan beralih ke rokok tradisional dan “memperluas perkembangan pasar gelap’’.

Walikota San Francisco London Breed, mempunyai waktu 10 hari untuk menandatangani peraturan baru ini. Kemungkinan besar aturan tersebut akan ditandatangani. 

Peraturan ini akan berlaku tujuh bulan setelah ditandatangani. Kendati demikian, ada spekulasi yang menyatakan hal ini akan menimbulkan banyak masalah hukum lain bagi banyak perusahaan yang terlibat.

Menurut aktivis antirokok elektrik, perusahan-perusahaan rokok elektrik sengaja menawarkan rokok dengan berbagai rasa. Tujuannya, agar menarik perhatian dari kalangan anak muda. 

Otoritas Lembaga Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika (FDA) yang juga regulator setempat, telah mengeluarkan pedoman yang memberikan perusahaan rokok elektrik untuk  mengevaluasi produk mereka sampai tahun 2021. Semula, FDA menetapkan tenggat Agustus 2019 ini. Namun, batas waktu ini telah diperpanjang sampai 2021 karena diperlukan banyak persiapan.

Dennis Herra, pengacara kota San Francisco yang mengampanyekan larangan rokok elektrik, mendukung wacana ini. Dia menilai, larangan ini sangat penting. 

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X