Minggu, 15 Desember 2019

Perempuan Gratis Naik Bus, Warga Protes

- 26 Juni 2019, 11:09 WIB
ILUSTRASI bus gratis.*/FREEPIK

NEW DELHI, (PR).- Sonakshi Dogra, mahasiswi jurusan politik di India, meminta pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan menggratiskan semua wanita yang naik metro dan bus setempat. Menurut Sonakshi, jika kebijakan itu diimplementasikan, ini akan menimbulkan ketidakadilan. 
 
"Tak masuk akal. Mengapa hanya wanita? Bagaimana dengan pelajar dan pekerja pria? Wanita tidak bisa meminta kesetaraan gender, kemudian mendukung ketidaksetaraan dalam transportasi umum, " katanya dengan tegas, seperti dilansir The Guardian awal pekan ini.

Dogra memasuki stasiun Ashram dengan tiga teman pria sekampus. Mereka menghabiskan sekitar 4.000 rupee (Rp 800 ribu) setiap bulan hanya untuk transportasi. Teman pria Dogra, Gaurav Verma mengatakan: "Dimana bentuk keadilan jika saya membayar dan Sonakshi tidak? Kami telah meminta kepada pemerintah Delhi untuk memberikan keringanan ongkos bagi pelajar yang menggunakan metro. Pemerintah justru tidak menerima dan malah melakukan ini?."

Rencana pemerintah yang akan menggratiskan semua penumpang wanita yang naik metro itu telah menimbulkan kekesalan di kalangan warga India, bukan hanya kaum pria, melainkan juga wanita, seperti yang disuarakan Sonakshi. Mereka menilai kebijakan itu diskriminatif.

Sementara pemerintah Delhi berkukuh akan menerapkan kebiakan penggratisan ongkos metro dan bus untuk kaum perempuan. Pemerintah menilai bahwa diskriminasi positif yang akan dilakukan pihaknya, justru akan membuat perempuan aman berpergian kemanapun di Delhi. 

Dilansir The Guardian, Senin, kebijakan penggratisan ongkos metro bagi kaum perempuan itu diinisiasi oleh partai Aam Aadmi yang saat ini berkuasa di New Delhi. 

Sementara itu, Jasmine Shah, wakil ketua Komisi Dialog dan Pembangunan Delhi, mengatakan: “Transportasi umum, terutama metro, adalah bentuk transportasi teraman bagi wanita. Banyak wanita yang tidak mampu membayar ongkos metro, sehingga mereka harus berjalan jauh ke tempat kerja atau jauh ke halte bus. Terkadang mereka menggunakan becak atau layanan mobil omprengan yang tidak aman."

Shah adalah orang pertama yang mengakui bahwa angkutan umum gratis bukanlah solusi terbaik. Faktor lain seperti ketertiban, penerangan jalan, perubahan sikap pria - juga sangatlah penting. Meskipun kehadiran lebih banyak wanita di transportasi umum, seperti metro akan membuat wanita merasa lebih aman, tetapi begitu wanita keluar dari stasiun, mereka berada di jalan dan ruang publik yang tidak aman. Namun, kata Shah, ini adalah sesuatu yang dapat pemerintah Delhi lakukan saat ini.

Masih kata Shah, akan sama baiknya dan adil, jika pemerintah Delhi menurunkan ongkos transportasi metro. Kenaikan tarif metro sampai 100 persen pada tahun 2017 lalu menjadi pukulan besar bagi masyarakat miskin dan kelas menengah ke bawah.

“Ini akan menjadi hal yang paling logis untuk dilakukan, tetapi kami tidak dapat membuat keputusan untuk menurunkan tarif sendiri. Itu tergantung pada Ppemerintah juga, dan ketika kami mencoba pada tahun 2017 untuk menghentikan kenaikan, kami gagal meyakinkan mereka,” kata Shah kepada The Guardian.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X