Selasa, 21 Januari 2020

Pelaksanaan Eksekusi Mati Bisa di Pasar, Bahkan di Sekolah

- 13 Juni 2019, 04:16 WIB
ILUSTRASI eksekusi mati.*/ANTARA

Kerja paksa

Kadang kala eksekusi berlangsung di dalam rumah tahanan, penjara, dan kamp kerja paksa—tempat anggota masyarakat yang diputus bersalah atas kejahatan politik dipaksa melakukan kerja fisik, seperti menambang dan menebang kayu.

Salah satu pembelot yang pernah ditahan di kamp kerja paksa pada awal 2000-an, menjelaskan bagaimana 80 tahanan dipaksa menyaksikan pembunuhan tiga perempuan yang dituduh mencoba kabur ke Tiongkok.

Petugas Kementerian Keamanan, menurut pembelot itu, mengatakan kepada kerumunan orang yang menonton: "Ini bisa terjadi pada kamu."

Laporan itu menyebut eksekusi merupakan "metode untuk membangkitkan ketakutan dan menggentarkan warga terlibat aktivitas yang dipandang tidak boleh dilakukan oleh rezim".


Sebagian besar eksekusi dilakukan dengan melibatkan sekelompok penembak, kata beberapa pembelot. Sering kali tiga penembak masing-masing melepaskan tiga peluru ke tubuh korban eksekusi.

Beberapa pembelot menyebut kejadian-kejadian ketika eksekutor tampak mabuk.

Salah seorang mengatakan "Ini karena membunuh adalah hal yang sulit secara emosi".

Insiden penggantungan

Sejumlah insiden penggantungan juga dilaporkan, meski jumlahnya tidak banyak bahkan dikurangi atau dihentikan sejak 2005.

Ethan Shin, salah seorang penulis laporan tersebut, mengatakan kepada kantor berita AFP dan dirilis VOA, "kelihatannya jumlah eksekusi publik menunjukkan tren menurun". Namun, Pyongyang boleh jadi melakukannya diam-diam "karena perlu pengakuan sebagai negara normal".

Pada masa lalu, beberapa pejabat tinggi Korut turut dieksekusi. Tahun 2013, misalnya, paman Pemimpin Korut, Kim Jong-un, dieksekusi lantaran dianggap melakukan makar.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X