Senin, 16 Desember 2019

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Pendakian Everest

- 21 Mei 2019, 22:59 WIB
KAMI Rita Sherpa (48), pendaki asal Nepal melambai pada media pada kedatangannya setelah mendaki Gunung Everest untuk ke-24 kalinya. Jumlah tersebut mencatatkan rekor baru pendakian terbanyak di gunung tertinggi dunia tersebut.*/REUTERS

KATHMANDU, (PR).- Seorang warga Sherpa Nepal mencatat rekor karena mencapai puncak Gunung Everest ke-24 kali pada Selasa, 21 Mei 2019.

Dilansir Reuters, otoritas Nepal mengatakan bahwa sang sherpa dalam sepekan ini telah mendaki dua kali. Namun, itu bukan yang terakhir. Pasalnya, ia sudah menetapkan, masih akan melakukan pendakian lagi sebelum pensiun.

Kami Rita Sherpa (49) mencapai puncak dengan ketinggian 8.850 meter di atas permukaan laut tersebut melalui jalur sempit tradisional di bagian tenggara. Hal itu diungkapkan pejabat Departemen Pariwisata Mira Acharya, seperti dilaporkan Reuters dan dikutip Antara, Selasa, 21 Mei 2019.

Jalur tersebut dipelopori oleh warga Selandia Baru Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay pada 1953 dan tetap menjadi jalur bersalju yang paling terkenal menuju puncak tertinggi di Bumi tersebut.

Dua pendaki lain, keduanya warga Sherpa, masing-masing telah mendaki Puncak Everest 21 kali. Keduanya pensiun dari menjadi pendaki gunung.

Kami, yang menggunakan nama depannya, mengatakan bahwa ia ingin mendaki gunung itu sekali lagi.

"Saya masih kuat dan mau mendaki Sagarmatha ke-25 kali," kata Kami kepada Reuters sebelum berangkat untuk pendakian ke-23. Ia merujuk kepada Gunung Everest dalam Bahasa Nepal. Sagarmatha merupakan bahasa setempat untuk menyebut Puncak Everest.

Berdasarkan pengalaman "PR" ke Kathmandu, Nepal beberapa waktu lalu, tak semua orang bisa mendaki Puncak Everest. Dengan ketinggian di atas 8.000 meter, pendaki diwajibkan punya fisik yang kuat. Selain kesehatan, untuk mendaki Everest juga butuh biaya besar. 

Hanya tiket masuknya saja untuk bisa mendaki Everest sampai ke puncak tertinggi, sudah lebih dari Rp 100 juta. Ini belum termasuk biaya oksigen, biaya Sherpa untuk memandu dan memanggul barang bawaan, makanan, penginapan, ongkos pesawat ke Kathmandu.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X