Sabtu, 30 Mei 2020

Harga Tanah Makam Rp 5 Miliar Lebih Mahal dari Rumah

- 25 April 2019, 07:30 WIB
FOTO ilustrasi area pemakaman.*/DOK. PR

HONG KONG (PR).- Kwok Hoi Pong, ketua dari Hong Kong Funeral Business Association menyatakan bahwa sepetak ruang untuk makam, kini harganya lebih mahal dari pada rumah biasa. “Sebuah ceruk strategis untuk guci penyimpanan di rumah abu pribadi, dapat mencapai HK $1,8 juta,” ungkapnya seperti dikutip The Guardian, Rabu 24 April 2019.

Sebuah petak pemakaman di tanah harganya dapat mencapai HK $3 juta (Rp 5 miliar) hingga HK $5 juta (Rp 9 miliar). Letaknya juga di kuburan kota yang padat, dan jarang tersedia. Di Hong Kong, tanah kosong sangat langka, sehingga 90% dari 48.000 orang setahun yang meninggal harus dikremasi. Akan tetapi, ruang untuk abu kremasi pun hampir mustahil ditemukan.

Masih dlansir The Guardian, untuk sebuah ceruk berukuran sedang di rumah abu umum berharga HK $2,800, akan tetapi, mereka harus menunggu selama empat tahun untuk dapat menggunakannya. Mereka yang tidak siap untuk menunggu, maka harus membayar lebih mahal untuk sebuah ceruk pribadi seukuran kotak sepatu. Hunian paling mahal di Hong Kong saja dijual seharga HK$ 180.000 per meter persegi, itu membuktikan bahwa biayanya untuk orang yang bahkan sudah meninggal lebih mahal daripada yang masih hidup.

Sebuah cara alternatif digunakan untuk menyiasati hal tersebut. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Cecilia Chan pada akhir November lalu. Dia memilih untuk menaburkan abu kremasi ibunya di sebuah taman memorial yang sering disebut juga sebagai “pemakaman hijau”. Akan tetapi hal tersebut masih jarang dilakukan, karena menurut Kwon cara itu agak bertentangan dengan budaya mereka dimana abu kremasi harus diletakan di tempat berwujud fisik agar dapat dikunjungi untuk berziarah.

Selain itu, karena khawatir akan adanya eksploitasi ceruk untuk penyimpanan abu oleh para pegawai rumah abu, pemerintah memperkenalkan Undang-undang Rumah Abu Pribadi pada tahun 2017 untuk mengatur industri ini. 

Lisensi

Sekarang para pegawai harus mengajukan permohonan kembali untuk mendapatkan lisensi dan memenuhi standar yang lebih ketat. Sejauh ini belum ada lisensi yang disetujui dan para kritikus khawatir langkah itu tidak akan mengurangi biaya.

"Kami memperkirakan bahwa harga ceruk akan naik sebesar 30% setelah rumah abu pribadi mengeluarkan lisensi,” ungkap Kwok karena hanya ada beberapa saja rumah abu yang memenuhi lisensi tersebut.

Betsy Ma, direktur penjualan di Sage Funeral Services, memperkirakan bahwa ada sekitar 200.000 set abu di Hong Kong yang menunggu ruang khusus. Banyak dari abu tersebut disimpan di ruang tunggu pemakaman dengan biaya HK $300-800 per bulan.

Pada 2012, untuk memenuhi permintaan, konsultan desain dari Bread Studio mengusulkan agar mengubah kapal laut menjadi pemakaman yang disebut Floating Eternity. Di kapal itu tersedia ruang untuk menyimpan 370.000 set abu. Akan tetapi, menreka mengatakan bahwa uji kelayakannya masih belum selesai. 

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X