Jumat, 24 Januari 2020

Pupusnya "Suaka" Sang Pendiri WikiLeaks

- 12 April 2019, 15:51 WIB
SALAH seorang pendiri WikiLeaks Julian Assange meninggalkan Pengadilan Mahkamah Westminter di London dengan dikawal dua polisi setempat, Jumat 12 April 2019 WIB.* REUTERS

Pada 2017, jaksa penuntut Swedia menjatuhkan penyelidikan awal ke dalam tuduhan, untuk mengakhiri tujuh tahun pertempuran Assange melawan hukum di sana.

Tanggapan Wikileaks

Assange telah menolak untuk meninggalkan Kedutaan Besar Ekuador, dan memberikan klaim bahwa dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat, untuk diinterogasi atas kegiatan WikiLeaks. Organisasi tersebut menjadi terkenal, karena menerbitkan informasi rahasia dan kebocoran berita yang menyebabkan malu pemerintah dan pejabat publik.

WikiLeaks menanggapi penangkapan Assange, dengan menuding Ekuador yang secara ilegal mengakhiri suaka politik Assange, dan telah melanggar hukum internasional.

Julian Assange tidak keluar dari kedutaan. Duta Besar Ekuador mengundang polisi Inggris ke kedutaan, dan dia segera ditangkap,” kata WikiLeaks dalam cuitan di Twitter nya.

Hubungan  Memburuk

Hubungan Assange dengan Ekuador mulai memburuk awal bulan ini, setelah Ekuador menuduh Assange telah membocorkan informasi pribadi tentang Presiden Lenin Moreno.

Moreno menuding WikiLeaks menangkap panggilan telepon dan percakapan pribadinya, seperti foto kamar tidur, apa yang ia makan, dan memperlihatkan bagaimana istri dan anak perempuan serta teman-temannya menari.

Moreno tidak memberikan bukti, namun pernyataan itu mencerminkan ketegangan antara Assange dan tuan rumahnya di kedutaan.

Halaman:

Editor: Erwin Kustiman

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X