Minggu, 8 Desember 2019

Pupusnya "Suaka" Sang Pendiri WikiLeaks

- 12 April 2019, 15:51 WIB
SALAH seorang pendiri WikiLeaks Julian Assange meninggalkan Pengadilan Mahkamah Westminter di London dengan dikawal dua polisi setempat, Jumat 12 April 2019 WIB.* REUTERS

LONDON, (PR).- Salah seorang pendiri Wikileaks, Julian Assange (47), ditangkap di London pada Jumat 12 April 2019 WIB. Ia ditangkap setelah hampir tujuh tahun berlindung di Kedutaan Besar Ekuador. Saat ini ia harus menghadapi kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat.

Polisi Inggris, mengonfirmasi bahwa Assange ditangkap oleh petugas di kedutaan, setelah pemerintah menarik suakanya untuk warga negara Australia. Assange dibawa ke kantor polisi pusat London, dan akan dihadirkan di Pengadilan Westminster Magistrates, "sesegera mungkin" kata polisi.

Polisi mengatakan, ia ditangkap karena gagal menyerahkan diri ke pengadilan, atas surat perintah yang dikeluarkan Pengadilan Westminster Magistrates pada Juni 2012 lalu. Polisi lantas memberikan berita lanjutan, bahwa penangkapannya berkaitan dengan surat perintah ekstradisi atas otoritas Amerika Serikat.

Ditemui di hari yang sama, pengacara Assange mengonfirmasi, bahwa pendiri WikiLeaks itu, ditangkap atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat, karena melanggar persyaratan jaminan Inggris, seperti yang dilaporkan The Associated Press.

Sumber yang secara langsung mengetahui situasi tersebut, mengatakan kepada NBC News bahwa Amerika Serikat sedang merencanakan, untuk meminta ekstradisi Julian Assange dari Inggris. Hal ini dilakukan, sehubungan dengan tuduhan federal yang disepakati dan diajukan di Distrik Timur Virginia.

Setelah penangkapan, Amerika Serikat menuduh Assange dengan tuduhan konspirasi, melalui peretasan komputer.

Penjelasan Kasus Sebelumnya

Assange mencari perlindungan di kedutaan London pada 2012, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, atas kasus kekerasan seksual. Dua tahun sebelumnya, pemerintah Swedia mengeluarkan surat perintah untuk Assange, sehubungan dengan tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan dua orang wanita.

Secara konsisten, Assange membantah tuduhan itu dan menyerah kepada polisi Inggris pada bulan berikutnya. Saat itu, Assange dibebaskan dengan jaminan, namun ia menghindari polisi dan melarikan diri setelahnya. Hal ini yang menjadi dasar penangkapannya hari Kamis (11/4) lalu.


Halaman:

Editor: Erwin Kustiman

Tags

Komentar

Terkini

X