Jumat, 21 Februari 2020

Setelah 30 April 2019, Kaisar Akihito akan Menghilang

- 11 April 2019, 05:49 WIB
KAISAR Akihito.*/THOMAS PETERS/REUTERS

TOKYO, (PR).- Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko yang biasanya menjadi sorotan masyarakat Jepang, akan menghilang dalam masa pensiun setelah turun tahta tanggal 30 April nanti.

Dilansir Channel News Asia yang mengutip Reuters, Rabu  10 April 2019, hari-hari pasangan kerajaan Jepang ini sudah dari lama selalu sibuk. Biasanya mereka menyelenggarakan ratusan upacara dan audiensi setiap tahunnya, melalukan minimal tiga perjalanan domestik pertahun, dan mengunjungi lebih dari 50 negara.

Hampir semua kegiatan tersebut akan berakhir setelah Putra Mahkota Naruhito naik tahta menjadi kaisar pada 1 Mei nanti setelah Kaisar Akihito turun dari tahtanya, dimana beliau telah memerintah dari tahun 1989 hingga 2019.

“Kaisar yang baru harus menjadi simbol baru,” ujar Makoto Watanabe, mantan ajudan Akihito. “Kaisar Akihito menghabiskan waktunya memikirkan dengan serius mengenai bagaimana cara menghindari masalah otoritas ganda. Kesehariannya ini akan sepenuhnya berhenti.”

Pasangan kerajaan yang akan pensiun, dikenal sebagai kaisar emeritus dan permaisuri emerita, akan kembali ke Istana Togu, dimana sebelumnya mereka tinggal sebelum Akihito menjadi kaisar. Namun, sebelum itu mereka akan tinggal di kediaman kekaisaran yang sedang kosong dikarenakan Istana Togu sedang direnovasi.

Jumlah pelayan yang mereka miliki akan menjadi lebih sedikit, tapi pemerintah masih akan membiayai biaya hidup mereka.

Beberapa kenalan mengatakan bahwa Permaisuri Michiko tidak akan terlalu bingung tentang bagaimana kelak beliau akan mengisi hari-hari pensiunnya, beliau memiliki banyak minat, diantaranya musik dan sastra. Akan tetapi sang kaisar mungkin akan menghadapi tantangan yang lebih besar, karena fokus sepenuhnya habis oleh pekerjaan.

Tantangan usia

Teman-teman Akihito berharap beliau bisa memiliki waktu untuk menikmati olah raga tenis yang beliau cintai, tapi hal itu akan menjadi tantangan mengingat usianya.

“Ia tidak bermain (tenis) akhir-akhir ini,” ujar Kazuo Oda, seorang penggemar tenis yang hadir ketika Akihito dan Michiko bertemu pada tahun 1957. Ia juga yang ‘mencomblangkan’ pasangan itu dengan mengatur agar keduanya bisa berbicara lewat telepon.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X