Senin, 27 Januari 2020

Ilhan Omar Diancam Pembunuhan, Trump Dikecam atas Islamofobia

- 9 April 2019, 09:55 WIB
UMAT Islam/DOK. PR

Omar adalah Muslim Amerika Somalia yang mewakili distrik kongresional kelima Minnesota. Ia adalah salah satu dari sekelompok wanita Demokrat yang dinamis yang masuk ke Kongres dalam pemilihan tengah November. Sebagai seorang kritikus yang blak-blakan tentang perlakuan pemerintah Israel terhadap Palestina, ia telah menangkal klaim sayap kanan antisemitisme.

Omar sangat dibulatkan setelah dia menyoroti pekerjaan lobi Komite Urusan Publik Israel Amerika, Aipac, membayar politisi AS untuk mengambil posisi pro-Israel.

Kelompok-kelompok Muslim memperingatkan bahwa retorika yang memanas di sekitar Islam pada umumnya dan Omar pada khususnya menciptakan iklim yang berbahaya. Afaf Nasher, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Lingkungan politik, yang dipimpin oleh seorang Islamofobia di Gedung Putih, telah menormalkan pidato kebencian dan membuat orang-orang fanatik dalam tindakan mereka. Meningkatnya ancaman Islamofobia dan supremasi kulit putih harus ditanggapi dengan serius.”

Menurut pengaduan kriminal FBI, Carlineo melakukan panggilan mengancam ke kantor Omar pada 21 Maret, mengidentifikasi dirinya dengan nama aslinya. Staf mengingatkan agen federal di ibukota AS. Seminggu kemudian Carlineo diwawancarai oleh FBI di rumah. Pada awalnya tersangka mengaku telah mengatakan dalam panggilan itu bahwa "jika leluhur kita masih hidup, mereka akan menembakkan peluru ke kepala (Omar)". Dia kemudian bersikeras bahwa dia marah dan tidak yakin dengan ucapannya.

Carlineo menggambarkan dirinya sebagai seorang patriot yang mencintai presiden dan membenci Muslim radikal di pemerintahan. Dia ditemukan memiliki senapan dan pistol kaliber 22 di rumahnya. (JT-Fathini Sabrina Azzahra)***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X