Jumat, 29 Mei 2020

Tren Pemakaman Ramah Lingkungan Solusi Harga Lahan yang Terlalu Mahal

- 8 April 2019, 19:58 WIB
PEMAKAMAN di Tiongkok/THE GUARDIAN

TUJUH keluarga menguburkan kerabat mereka di kuburan Tianshou di pinggiran Beijing. Menariknya, proses penguburan itu berbeda dari biasanya.

Para keluarga menaiki mobil golf yang dihias seperti mobil jenazah dan menabur bunga di sepetak kecil tanah berumput. Abu kerabat yang meninggal disimpan dalam guci yang dapat terurai dan ditanam di petak kecil itu.

The Guardian melaporkan , area tersebut dikhususkan sebagai tempat penguburan ramah lingkungan dan dapat memuat lebih dari 2.000 guci yang dikubur secara berlapis-lapis dibawah tanah.

“Area dengan luas yang sama hanya akan menampung 500 hingga 600 kuburan tradisional,” ujar pengelola kuburan Tianshou.

Pemerintah sudah mulai mempromosikan “penguburan ramah lingkungan” seperti itu. Kota-kota di Tiongkok sudah kehabisan tanah untuk menguburkan kerabat dan harga lahan kuburan terus melambung. Harganya kerap melebihi harga per meter persegi tanah untuk apartemen. Di Tiongkok ada pepatah mengatakan, “Tidak bisa mati dan dikuburkan, uangnya tidak cukup.”

Jumat lalu, kuburan-kuburan di sepanjang Tingkok dikerumuni orang-orang yang hendak berziarah pada qingming jie atau festival membersihkan makam. Mereka membersihkan makam, meninggalkan persembahan makanan, dan membakar dupa serta uang kertas.

Mayoritas masyarakat masih memilih penguburan tradisional, tetapi warga Tiongkok juga mulai memilih penguburan alternatif yang lebih murah.

Tianshou, operator pemakaman pribadi yang menawarkan layanan penguburan ramah lingkungan secara gratis bersama dengan biro urusan sipil setempat mengatakan, meski sebagian besar pelanggan membeli jasa pemakaman tradisional, mulai banyak orang yang meminta pemakaman ramah lingkungan.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X