Rabu, 11 Desember 2019

Kini Facebook Larang Konten Nasionalisme Kulit Putih

- 28 Maret 2019, 21:24 WIB
ILUSTRASI Facebook.*/Ist

SAN FRANSISCO, (PR).- Facebook tidak akan lagi mengizinkan konten yang mendukung nasionalisme kulit putih dan separatisme kulit putih. Hal itu diumumkan otoritas perusahaan Facebook seperti dikutip The Guardian, Kamis 28 Maret 2019. 

Pengumuman itu muncul hampir setahun setelah pemberitahuan mengenai kebijakan mereka yang menentang supremasi kulit putih dan ujaran kebencian.

Perubahan kebijakan yang diumumkan pada  Rabu waktu setempat, yang akan mulai berlaku minggu depan, terjadi setelah serangan teror supremasi kulit putih terhadap dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang. 

Facebook mengatakan bahwa pada awalnya mereka melihat nasionalisme putih sebagai sudut pandang yang dapat diterima, mirip dengan nasionalisme Amerika, atau separatisme Basque. Meskipun kebijakan Facebook telah lama melarang retorika kebencian tertentu berdasarkan ras, etnis atau agama, Facebook awalnya tidak percaya bahwa "separatisme putih" harus termasuk dalam kategori terlarang.

"Kami awalnya tidak menerapkan alasan yang sama untuk ekspresi nasionalisme kulit putih dan separatisme karena kami berpikir tentang konsep nasionalisme dan separatisme yang lebih luas - hal-hal seperti kebanggaan Amerika dan separatisme Basque, yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat," ungkap otoritas Facebook dalam unggahan di laman resmi mereka,  Rabu.

Dokumen pelatihan Facebook untuk moderator, yang diperoleh tahun lalu oleh Motherboard Vice News, menjelaskan bahwa konten yang mempromosikan kelompok dan pemimpin kebencian yang terorganisir dilarang dan harus dihapus, tetapi nasionalisme kulit putih dan separatisme kulit putih diizinkan secara eksplisit.

Ungkapan-ungkapan seperti "Saya seorang nasionalis kulit putih yang bangga" dan "AS harus menjadi bangsa yang hanya kulit putih" dikutip sebagai contoh sudut pandang yang dapat diterima, bahkan ketika "Saya seorang supremasi kulit putih" dilarang, Demikian Motherboard Vice News melaporkan, seperti dikutip The Guardian.

Dokumen-dokumen tersebut berpendapat bahwa nasionalisme kulit putih “tampaknya tidak selalu dikaitkan dengan rasisme (setidaknya tidak secara eksplisit)” dan bahwa kaum nasionalis kulit putih “dengan hati-hati menghindari istilah supremasi karena memiliki konotasi negatif”.

Setelah tiga bulan berkonsultasi dengan para pakar akademis dalam ekstremisme rasis, Facebook mengumumkan pada Rabu, bahwa nasionalisme kulit putih “tidak dapat dipisahkan secara makna dari supremasi kulit putih dan kelompok-kelompok kebencian yang terorganisir.


Halaman:

Editor: Sanny Abraham

Tags

Komentar

Terkini

X