Jumat, 21 Februari 2020

Facebook Blokir Iklan Lowongan Kerja dan Pengajuan Kredit

- 21 Maret 2019, 06:39 WIB
Facebook.*/DOK. PR

SAN FRANSISCO, (PR).- Facebook sedang mengupayakan pemblokiran iklan-iklan berbau diskriminasi ras, jenis kelamin dan wilayah (berdasarkan kode pos). Termasuk di antaranya iklan-iklan perumahan, pengajuan kredit dan lowongan kerja.

Dilansir The Guardian, kelompok pegiat HAM di AS, American Civil Liberties Union (ACLU) dan kelompok pembela HAM lainnya, yang menuntut Facebook akan kasus ini, mengumumkan “penyelesaian bersejarah" pada hari Selasa. Mereka mengatakan, senang dengan keputusan Facebook yang akhirnya memenuhi tuntutan mereka.

Menurut otoritas ACLU,  pembatasan konten tersebut akan membatasi penargetan iklan ilegal dan diskriminatif.

Bertahun-tahun lamanya Facebook mendapat kritikan soal etika dan legalitas dalam beriklan. Biasanya iklan yang dipasang hanya untuk target mikro di antara para pengguna. 

Sistem sebelumnya pun dapat mengkualifikasikan target berdasarkan ras, jenis kelamin dan kategori lainnya yang dilindungi oleh undang-undang antidiskriminasi. Artinya, para pemasang iklan dapat membatasi siapa saja yang dapat melihat iklan mereka.

Secara khusus, Facebook dituduh diskriminasi gender karena membolehkan sejumlah perusahaan yang berpegawai mayoritas pria, untuk menargetkan iklan mereka hanya pada pria. 

Selain itu, platform yang lama juga memiliki kategori yang cukup ofensif seperti kategori “Pembenci Yahudi”.

Meskipun telah berulang kali Facebook mengumumkan upaya untuk menghentikan iklan-iklan seperti itu, akan tetapi, masih saja ditemukan celah dalam tindakannya. Contohnya, dengan penggunaan proxy, pengiklan dapat menargetkan kelompok ras tertentu dengan klafikasi persamaan etnis.

"Kami puas karena Facebook telah setuju untuk memastikan bahwa praktik periklanan diskriminatif tidak lagi diberi ruang di era digital ini. Kami berharap perusahaan teknologi lainnya mengikuti jejak Facebook," ujar Galen Sherwin, staf senior ACLU.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X