Rabu, 3 Juni 2020

Taylor Swift Ingin Lebih Berperan dalam Politik

- 7 Maret 2019, 20:06 WIB
Taylor Swift.*/REUTERS

NEW YORK, (PR).- Penyanyi fenomenal, Taylor Swift, bertekad untuk lebih aktif dalam masa pemilihan presiden AS 2020 nanti. Dia mengklaim memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan penolakan terhadap kampanye kotor.

Dilansir The Guardian, Kamis, 7 Maret 2019, Swift menuliskan penolakannya terhadap rasisme dan penyebaran ketakutan terselubung dalam sebuah esai di majalah Elle.

“Hal tersebut bukan yang saya inginkan dari para pemimpin. Saya juga menyadari tanggung jawab saya untuk menggunakan reputasi saya terhadap kampanye kotor itu. Saya akan lebih banyak memberikan bantuan, kita memiliki perlombaan besar tahun depan," ungkapnya.

Pada pemilu sela November 2018 lalu, Swift menkung dua kandidat Partai Demokrat di Tennesse. Para pemilih berbondong-bondong mengikuti unggahan Instagramnya yang menyerukan mereka untuk tidak golput.

Dalam esai terbarunya, Swift menjelaskan mengapa dia butuh waktu yang lama untuk mengemukakan pandangannya tersebut. “Saya telah menemukan pendapat dalam dunia politik. Sudah lama saya mendidik diri saya sendiri tentang sistem politik dan cabang-cabang pemerintahannya. Dimana mereka menyepakati anggaran yang kemudian memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Saya melihat begitu banyak masalah yang membahayakan masyarakat. Maka dari itu, saya rasa sudah saatnya saya bicara tentang ini di usia yang mendekati 30 tahun dengan 114 juta pengikut.”

Pernyataan itu tertulis dalam artikel terbaru majalah Elle ketika penyanyi tersebut menuliskan daftar 30 pelajaran hidup yang telah ia dapatkan sebelum usia 30 tahun.

Dia juga mengatakan bahwa dia merasa tidak aman untuk melakukan tur setelah kasus pemboman di konser Ariana Grande di Manchester Arena yang menewaskan 22 orang. 

“Saya tidak tahu bagaimana kami akan menjaga 3 juta penggemar aman selama tujuh bulan. Ada berbagai perencanaan, pengeluaran, dan upaya yang dilakukan untuk menjaga keamanan para penggemar,” tulisnya. Ia sendiri menambahkan bahwa dia juga mengkhawatirkan keselamatannya karena alamatnya telah diunggah via daring.

Bahkan untuk berjaga-jaga, dia selalu membawa QuickClot kemana-mana. Benda itu adalah perban militer yang biasanya digunakan untuk menutupi luka tembak atau tikaman.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X