Minggu, 15 Desember 2019

Nuklir Korut Jadi Bahasan Utama KTT

- 28 Februari 2019, 07:57 WIB
PRESIDEN AS Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hotel Capella di pulau Sentosa di Singapura 12 Juni 2018.

HANOI, (PR).- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika Serikat-Korea Utara yang kedua diawali dengan acara makan malam bersama antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Hanoi, Rabu malam waktu setempat. Seperti dilansir laman The Star, pada Kamis, 28 Februari 2019, keduanya akan  membahas masalah bagaimana Korut bisa menepati janji untuk menyerahkan semua senjata nuklirnya.

Trump terbang ke ibukota Hanoi dengan Air Force One, dan mendarat pada Selasa pukul 21.00 waktu setempat. 

Sementara Kim Jong-Un tiba dengan kereta api pada Selasa pagi, setelah menempuh perjalanan tiga hari, atau sekitar 3.000 km dari Pyongyang, melalui Tiongkok. Dia melanjutkan perjalanan dari stasiun perbatasan ke Hanoi dengan mobil.

Pada KTT AS-Korut kedua ini, topik utama pembicaraan Trump dan Jong-un adalah senjata nuklir. Ini sama dengan apa yang didiskusikan pada pertemuan bersejarah mereka  di Singapura, Juni lalu.

Dilansir BBC, sebagian besar dunia menginginkan Korea Utara untuk menghapus senjata nuklirnya -proses yang biasanya disebut sebagai denuklirisasi.

Akan tetapi, Korut selalu mengatakan tidak akan melakukannya sampai mereka merasa aman dari ancaman AS dan pihak-pihak lain.

Oleh karena itu, Korut dikenai serangkaian sanksi yang menghambatnya berdagang atau berhubungan secara normal dengan dunia yang lebih luas. Korut berharap sanksi tersebut bisa segera dicabut, atau setidaknya dilonggarkan.

Sejauh  ini, Korut belum memenuhi janjinya untuk menghapus senjata nuklir. Padahal, saat Trump Kim dan Jong-un tahun lalu bertemu di Singapura, keduanya menandatangani Deklarasi Singapura yang menyebutkan soal denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Korut saat itu sangat mendukung perdamaian dan denuklirisasi, tetapi mereka tidak pernah menyatakan bagaimana hal itu akan diwujudkan.***



Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X