Risiko Bayi Lahir Mati pada Wanita dengan Covid-19 Tumbuh 4 Kali Lipat karena Varian Delta

- 20 November 2021, 08:01 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian Delta yang mempengaruhi risiko bayi lahir mati,
Ilustrasi Covid-19 varian Delta yang mempengaruhi risiko bayi lahir mati, /Pixabay/PixxlTeufel

PIKIRAN RAKYAT - Sebuah studi besar pemerintah AS mengatakan pada Jumat, risiko bayi lahir mati pada wanita dengan Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak meningkat selama pandemi.

Selama pandemi Covid-19 risiko lahir mati meningkat hingga dua kali lebih tinggi, serta tumbuh hingga 4 kali lipat selama periode varian Delta menjadi dominan.

Analisis risiko bayi lahir mati selama pandemi Covid-19 ini dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) berdasarkan lebih dari 1,2 juta pengiriman antara Maret 2020 dan September 2021 dari database rumah sakit besar AS.

Secara keseluruhan, lahir mati sangat jarang, terhitung 0,65 persen atau 8.154 persalinan.

Baca Juga: Jokowi akan Paksa Perusahaan Sawit dan Pertambangan Bangun Persemaian Benih: Perbaiki Lingkungan!

Namun, setelah menggunakan metode statistik untuk memperhitungkan pengaruh variabel lain yang mungkin membiaskan hasil, bayi lahir mati 1,47 kali lebih umum di antara ibu yang positif Covid-19 sebelum Delta, 4,04 kali lebih tinggi setelahnya, dan 1,90 kali lebih tinggi secara keseluruhan.

Para penulis menulis bahwa penelitian sebelumnya telah menyarankan penyebab biologis potensial untuk peningkatan risiko bisa jadi akibat peradangan atau penurunan aliran darah ke plasenta.

Di antara persalinan dengan Covid-19, kondisi seperti tekanan darah tinggi kronis, memiliki lebih dari satu bayi, cedera jantung, pemisahan plasenta dari rahim, sepsis, aliran darah yang buruk yang mengakibatkan syok, cedera paru-paru yang mengancam jiwa, dan harus memakai ventilator atau dirawat di ICU terkait dengan tingkat kelahiran mati yang lebih tinggi.

"Studi tambahan diperlukan untuk menyelidiki peran komplikasi ibu dari Covid-19 pada risiko kelahiran mati," kata mereka.

Halaman:

Editor: Nur Annisa

Sumber: NDTV CDC

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network