Jumat, 29 Mei 2020

180 Warga Palestina Cedera dalam Bentrokan dengan Tentara Israel

- 1 September 2018, 02:58 WIB

GAZA, (PR).- Sebanyak 180 warga Palestina cedera pada Jumat, 31 Agustus 2018 waktu setempat selama bentrokan dengan tentara Israel di perbatasan antara bagian timur Jalur Gaza dan Israel. Hal tersebut diutarakan Kementerian Kesehatan Jalur Gaza.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, di antara 59 orang yang dibawa ke rumah sakit, seorang perempuan paramedis yang berusia 20 tahun dan seorang anak lelaki yang berumur 10 tahun berada dalam kondisi kritis, kata Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, kepada wartawan.

Ratusan pemuda Palestina berkumpul di bagian timur Jalur Gaza di dekat perbatasan dengan Israel, demikian laporan Xinhua. Mereka menyerukan diakhirinya blokade yang diberlakukan terhadap daerah kantung itu sejak 2007, kata beberapa saksi mata.

Mereka juga melepaskan puluhan balon terbakar dari bagian timur Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel, sementara mereka memotong darn menarik kawat berduri pagar keamanan perbatasan, kata beberapa saksi mata dan media setempat.

Sebagai reaksi, tentara Israel menembakkan tabung gas air mata dan peluru aktif ke arah demonstrasi, kata mereka.

Beberapa sumber medis dan paramedis mengatakan puluhan orang mengalami sesak nafas setelah menghirup gas air mata, dan lima orang ditembak serta cedera oleh peluru tentara Israel.

Pada pagi hari yang sama, Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) melalui pengeras suara menyeru warga agar bergabung pada Jumat ke-23 kegiatan anti-Israel "Pawai Akbar Kepulangan".

Pemimpin senior HAMAS Khalil Al-Hayya mengatakan protes mingguan tersebut hanya akan berhenti ketika Israel mencabut pengepungannya atas Jalur Gaza.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala Puspitasari


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X