Sabtu, 14 Desember 2019

Citra Satelit Tunjukkan Korea Utara Memperbarui Reaktor Nuklir

- 27 Juni 2018, 15:05 WIB

PYONGYANG, (PR).- Korea Utara masih terus memperbarui satu-satunya reaktor nuklirnya (Yongbyon) yang digunakan untuk menjalankan program senjatanya. Hal ini terungkap dalam laporan kelompok pemantauan Utara 38, seperti dilaporkan laman The Guardian, Rabu 27 Juni 2018. 

Kelompok Utara 38 menggunakan citra satelitsaat menyimpulkan bahwa Korut masih mempertahankkan reaktor nuklirnya. Padahal dalam negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS, Korut berjanji untuk melakukan denuklirisasi. Adapun citra satelit komersial yang diambil kelompok tersebut dilakukan pada 21 Juni.

Dilansir The Guardian yang mengutip laporan kelompok Utara 38,perbaikan infrastruktur di pembangkit nuklir Yongbyon "terus berjalan dengan cepat".

Masih dalam analisis Utara 38, disebutkkan bahwa sistem pendingin untuk reaktor produksi plutonium telah dimodifikasi. Setidaknya dua bangunan non-industri baru telah dibangun di lokasi, mungkin untuk digunakan oleh pejabat yang berkunjung. 

"Sebuah gedung perkantoran teknik baru telah selesai. Dan pembangunan terus berlanjut pada fasilitas pendukung di seluruh kompleks," demikian analisis Utara 38 yang ditulis tiga penelitinya, Frank V Pabian, Joseph S Bermudez Jr dan Jack Liu.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah berkomitmen untuk "menyelesaikan denuklirisasi" dalam pertemuan dengan Donald Trump dan presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Tetapi rincian tentang bagaimana dan kapan itu akan terjadi belum diputuskan. Kim mengumumkan awal tahun ini bahwa persenjataan nuklir dan senjata nuklir Utara yang mampu menyerang AS telah selesai. Korea Utara menutup satu-satunya tempat uji coba nuklirnya yang diketahui pada bulan Mei.

"Perbaikan infrastruktur terus berlanjut di Yongbyon," ujar Jenny Town dari kelompok Utara 38 lewat akun twitternya. "Tetapkan alasan mengapa transaksi yang sebenarnya diperlukan, bukan hanya pernyataan tujuan yang luhur," cuit Jenny lagi dikutip The Guardian.

Status berbagai bagian dari kompleks nuklir Yongbyon sampai  saat ini masih belum jelas, dan para ahli memperingatkan agar berhati-hati saat mengkaitkan perbaikan yang sedang berlangsung untuk negosiasi dengan AS.


Halaman:

Editor: Huminca Sinaga

Tags

Komentar

Terkini

X