Rabu, 19 Februari 2020

Gedung Putih Tuduh Demokrat dan Media Ekploitasi Foto Balita

- 23 Juni 2018, 04:38 WIB

WASHINGTON, (PR).- Seminggu setelah hujan kritik mengenai pemisahan keluarga imigran, Pemerintah Amerika Serikat menuduh Partai Demokrat dan media berusaha mengeksploitasi foto balita. Foto yang dimaksud adalah balita yang sedang menangis di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko, yang dinilai bermaksud untuk memaksakan agenda terkait kebijakan imigrasi.

Seperti dilaporkan Reuters, dilansir Kantor Berita Antara, sebuah foto karya fotografer John More dari Getty Image yang diambil dari tempat penahanan imigran di perbatasan beberapa waktu lalu, memberikan gambaran sangat kuat dalam liputan media sehubungan dengan pemisahan keluarga di perbatasan AS-Meksiko.

Puluhan surat kabar dan majalah, termasuk Time dan Washington Post, juga menyiarkan foto tersebut.

Foto tersebut memperlihatkan suasana ketika seorang gadis kecil menangis karena dipisahkan dari orang tuanya. Ini menimbulkan kemarahan di dalam negeri Amerika Serikat maupun luar negeri. 

Sehingga kemudian muncul desakan terhadap Donald Trump untuk menghentikan kebijakan pemisahan anak dari orang tua imigran.

Dalam keterangan foto yang diambil pada 12 Juni di Kota McAllen di perbatasan Texas itu, disebutkan bahwa seorang gadis berusia dua tahun dari keluarga pencari suaka Honduras, menangis ketika ibunya digeledah dan ditahan.

Disebutkan juga bahwa penahanan tersebut bisa berujung pada pemisahan sang anak dengan ibunya.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, ibu dan anak tersebut tidak dipisahkan, dan menuduh Partai Demokrat bersama media mencoba untuk mengeksploitasi foto tersebut.

"Sungguh memalukan karena Demokrat dan media mengeksploitasi foto anak kecil tersebut demi untuk memaksakan agenda mereka. Anak tersebut tidak dipisahkan dari ibunya," kata Sanders.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala Puspitasari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X