Rabu, 1 April 2020

WHO: Adiksi Bermain Video Game Tanda Kelainan Kesehatan Mental

- 19 Juni 2018, 02:08 WIB

LONDON, (PR).- Para orang tua harus mulai konsisten untuk membatasi anak dalam bermain video game ataupun permainan digital lainnya. Karena adiksi dalam bermain video game atau gim adalah bentuk kelainan kesehatan mental, seperti dinyatakan oleh World Health Organization (WHO).

Seperti dilansir Reuters, International Classification of Diseases (ICD) WHO menyatakan bahwa adiksi terhadap video game atau permainan digital lainnya menggambarkan pola perilaku yang berulang. Perilaku ini kemudian semakin meluas dan menjadi prioritas untuk didahulukan dibandingkan kepentingan hidup lainnya.

Ahli bidang kesehatan mental dan penyalahgunaan zat dari WHO, Shekhar Saxena mengatakan bahwa beberapa kasus terburuk yang terlihat dalam penelitian global adalah gamer yang bermain hingga 20 jam sehari. Ia meninggalkan rutinitas tidur, makan, bekerja atau sekolah, dan kegiatan sehari-hari lainnya.

Shekhar menekankan bahwa memang hanya sedikit orang yang bermain video game atau permainan digital lainnya, yang menimbulkan permasalahan serius. Namun, memahami tanda-tanda kelainan kesehatan mental sejak dini akan sangat penting untuk mencegahnya.

"Ini (adiksi bermain gim-red) adalah perilaku sementara. Namun jika perilaku ini berlangsung terus selama sekitar satu tahun, diagnosis potensi gangguan mental bisa dilakukan," ujarnya, seperti dilaporkan Reuters.

loading...

Menanggapi hal tersebut, the Video Game Coalition mengklaim bahwa produk-produk video game dan permainan digital sejauh ini dinikmati dengan aman dan masuk akal oleh 2 miliar orang di seluruh dunia. Ini termasuk gim di semua jenis genre, perangkat, dan platform.

Mereka juga menegaskan, nilai-nilai edukasi, terapi, dan rekreasi dibangun dengan sangat baik dalam video game. Karena itu, the Video Game Coalition mendesak WHO untuk mempertimbangkan kembali penilaian terkait adiksi video game sebagai tanda gangguan kesehatan mental.

Terus diperbarui

Selama 10 tahun terakhir, ICD WHO telah memantau sebanyak 55.000 cedera, penyakit, dan penyebab kematian. Itu yang menjadi dasar bagi WHO dan para ahli lainnya untuk merespon tren yang terjadi dalam dunia kesehatan.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala Puspitasari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X