Data Pribadi Mark Zuckerberg di Facebook Termasuk yang Disalahgunakan

- 12 April 2018, 05:25 WIB

WASHINGTON, (PR).- Chief Executive Facebook Inc, Mark Zuckerberg, dicecar serentetan pertanyaan dari hampir 100 anggota parlemen Amerika Serikat selama 10 jam dalam dua hari.

Facebook alami kekacauan selama hampir satu bulan sejak terungkap penyalahgunaan informasi pribadi milik jutaan pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Bahkan Mark Zuckerberg mengatakan dia termasuk di antara hampir 87 juta orang pengguna Facebook yang informasi pribadinya disalahgunakan oleh Cambridge Analytica. Akan tetapi pemimpin Facebook itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Cambridge Analytica adalah perusahaan konsultan politik, yang salah satu kliennya adalah tim pemilihan Presiden Donald Trump.

Sebagaimana dilaporkan Reuters Rabu 11 April 2018 malam, Mark Zuckerberg sendiri menghadapi kekhawatiran luas dari para anggota Kongres soal bagaimana Facebook berbagi data para penggunanya. "Bagaimana para konsumen bisa mengontrol data mereka ketika Facebook tidak bisa mengendalikan data mereka?" tanya anggota DPR Frank Pallone dari New Jersey, salah satu wakil tertinggi Demokrat di komite Energi dan Perdagangan.

Mark Zuckerberg menolak dugaan anggota kongres bahwa pengguna Facebook tidak memiliki cukup kendali atas data mereka di Facebook. "Setiap kali seorang pengguna Facebook memilih membagikan sesuatu di Facebook ada pengendalian. Ada di situ. Tidak terkubur dalam pengaturan di suatu tempat tapi ada di situ," kata tokoh Internet berusia 33 tahun itu.

Audit

Mark Zuckerberg mengatakan akan membutuhkan beberapa bulan untuk menyelesaikan audit aplikasi lain yang mungkin juga telah mengumpulkan atau membagikan data pengguna dengan tidak semestinya.

"Saya membayangkan bahwa kami akan menemukan beberapa aplikasi yang entah melakukan sesuatu yang mencurigakan atau menyalahgunakan data orang," katanya.

Zuckerberg menangkis permintaan untuk mendukung perundang-undangan tertentu. Ketika ditekan agar mendukung undang-undang yang akan mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan izin dari orang-orang sebelum membagikan informasi pribadi mereka, Mark Zuckerberg setuju untuk membicarakannya lebih lanjut.

"Pada dasarnya, menurut saya, itu masuk akal. Saya akan menyiapkan tim kami untuk bekerja sama dengan anda membahas itu," kata Mark Zuckerberg.***

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X