Kamis, 4 Juni 2020

Pemilu Malaysia, PM Najib Tantang Mahatir Muhammad

- 6 April 2018, 14:39 WIB

KUALA LUMPUR (PR).- Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan pembubaran parlemen pada hari Jumat 6 April 2018. Langkahnya ini membuka jalan baginya untuk terpilih kembali dalam pemilu baru yang jadwalnya masih belum ditentukan.

Sesuai dengan UU Malaysia, seperti dilaporkan Yahoo News, Jumat, KPU setempat harus segera menentukan tanggal pemilu paling lambat 60 hari setelah parlemen dibubarkan. Ini artinya, pemilu harus digelar dalam dua bulan ini. Pemilu Malaysia mendatang atau yang ke-14 itu akanmenjadi petaruangan antara petahana, Najib Razak (64) dan mentor lamanya yang juga politisi kawakan, Mahathir Mohamad (92).

Masih dilansir Yahoo News dari Reuters, saat ini Najib berada di bawah tekanan untuk memberikan kemenangan yang tegas bagi koalisi Barisan Nasional (BN). Ia berjuang untuk menenangkan rakyat Malaysia yang tidak senang dengan meningkatnya biaya dan skandal multi-miliar dolar di BUMN yang ia dirikan.

Pemimpin berusia 64 tahun itu diperkirakan akan mempertahankan kekuasaan. Pasalnya, kata sejumlah pengamat, kelompok oposisi saat ini terpecah. Ada keretakan di barisan oposisi antara blok Mahathir dan Partai Islam Pan-Malaysia.

Namun para analis memprediksi pertarungan keras dari Mahathir, yang mengubah Malaysia menjadi negara industri dari negara miskin  selama berkuasa 22 tahun hingga 2003 lalu.

Pihak oposisi mengatakan, pemilihan umum kali ini akan penuh kecurangan yang dilakukan petahan.

Dalam beberapa hari terakhir, parlemen menyetujui rencana untuk mengubah batas-batas pemilihan dan mengesahkan RUU anti-berita palsu yang kontroversial. 

Sejumlah pengkritik pemerintah mengatakan bahwa perubahaan UU tersebut dilakukan demi keuntungan pemerintah Najib.

Menanggapi ini, pemerintah menolak tuduhan itu.

Halaman:

Editor: Huminca Sinaga


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X