Sabtu, 4 April 2020

Xi Jinping di Tiongkok Seperti "Kaisar", Dia Akan Berkuasa Tanpa Batas Waktu

- 27 Februari 2018, 04:08 WIB

Mirip Korea Utara

Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa sudah mengusulkan pencabutan pasal pada konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya untuk dua kali lima tahun.

Seperti diketahui, tahun lalu setelah Xi Jinping resmi terpilih untuk kedua kalinya memimpin Tiongkok, sang presiden pun meng­umumkan lima orang pimpinan Dewan Partai Komunis yang akan mendampingi dia. Namun, dari kelima orang yang ditujuk Xi Jinping tersebut, tak ada seorang pun yang punya kriteria akan menggantikan kepemimpinannya setelah periode kedua pemerin­tahannya berakhir pada 2023. 

Kelima orang yang terpillih itu berusia sekitar  60-67 tahun. Mereka adalah Li Zhanshu (67), Han Zheng (63), Zhao Leji (60), Wang Yang (62), dan Wang Huning (62). Mereka bersama Xi (64) dan Perdana Menteri Li Keqiang (62) akan duduk di Dewan Partai Komunis yang merupakan lembaga terkuat di Tiongkok.

Biasanya, menurut The Guardian, dari lima orang yang menduduki posisi pimpinan Dewan Partai Komunis, akan ada salah seorang berusia muda yang dipersiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan Xi Jinping setelah periode kedua berakhir.

Lima tahun lalu saat Xi Jinping terpilih sebagai pemimpin Tongkok, dia juga merupakan bagian dari suksesi kepemimpinan dari pemerintahan sebelumnya (Hu Jintao).

Akan tetapi, kali ini pada era Xi Jinping tak ada suksesi kepemimpinan yang membuat banyak kalangan memprediksi bahwa dia ingin berkuasa lama. Itu artinya setelah periode kedua berakhir, Kongres Partai Komunis akan kembali memilihnya sebagai pemimpin Tiongkok 2023-2027.

loading...

Jika itu terjadi, Tiongkok rentan dengan penyalahgunaan kekuasaan. Suksesi kepemimpinan adalah penting bagi semua institusi, termasuk negara, agar tidak terjadi ”matinya kepemimpinan” dan juga penyalahgunaan kekuasaan.

Ketiadaan suksesi itulah yang membuat sejumlah pengamat politik menilai sistem politik di Tiongkok mirip dengan Korut yang semuanya serba-tertutup. Keterpilihan Xi Jinping dan lima pimpinan Dewan Partai Komunis, juga dilaporkan lewat proses rahasia, hal yang seharusnya tak lagi dilakukan pada abad ke-21 ini.

Sejumlah pengamat khawatir dengan masa depan politik Tiongkok yang saat ini merupakan negara de­ngan ekonomi terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat.

Pengamat politik Tiongkok asal New York, Jude Blanchette kepada The Guardian  mengatakan bahwa dia tak habis pikir Tiongkok ternyata tak berbeda jauh dengan rezim Korea Utara.

Halaman:

Editor: Huminca Sinaga

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X