'Captain America' Dihukum Berdasarkan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, Dinyatakan Bersalah Atas Hasutan

- 25 Oktober 2021, 21:16 WIB
Ilustrasi. Seorang demonstran yang dijuluki 'Captain America' dijatuhi hukuman berdasarkan UU keamanan nasional Hong Kong dengan tuduhan hasutan.
Ilustrasi. Seorang demonstran yang dijuluki 'Captain America' dijatuhi hukuman berdasarkan UU keamanan nasional Hong Kong dengan tuduhan hasutan. /Twitter.com/@thevocket

PIKIRAN RAKYAT- Seorang pengunjuk rasa yang dijuluki sebagai 'Captain America 2.0' karena mengenakan perisai pahlawan super selama protes di Hong Kong, pada Senin, 25 Oktober 2021 dinyatakan bersalah atas hasutan untuk pemisahan diri.

Hukuman terhadap 'Captain America' itu, menjadi orang kedua yang duhukum berdasarkan undang-undang (UU) keamanan nasional Hong Kong yang diberlakukan China dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.

Demonstran 'Captain America' bernama Ma Chun-man itu dituduh mempromosikan kemerdekaan Hong Kong dari China dengan meneriakkan slogan-slogan, mengangkat plakat dan memberikan wawancara media selama 20 demonstrasi tahun lalu.

Baca Juga: Warga Delta Mas Bekasi Mengadu Lingkungannya Terus Dijadikan Lokasi Demo Ormas yang Rebutan Limbah

"Sikap politik yang jelas seperti itu tidak diragukan lagi membuat orang percaya bahwa terdakwa memiliki niat untuk menghasut pemisahan diri," kata hakim pengadilan distrik Stanley Chan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Reuters.

"Terdakwa terus-menerus dan tanpa pamrih menghasut hal-hal yang dilarang di bawah undang-undang keamanan nasional," sambungnya.

Sementara itu, Ma Chun-man, mantan kurir berusia 31 tahun, yang mengaku tidak bersalah itu, memilih untuk tidak bersaksi di pengadilan atau memanggil saksi.

Baca Juga: Militer Sudan Menyatakan Keadaan Darurat Pasca Kudeta, Sebut akan Membentuk Pemerintahan Baru

Sebagai informasi, UU keamanan nasional Hong Kong diberlakukan oleh Beijing pada Juni tahun lalu.

Halaman:

Editor: Arman Muharam

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X