Myanmar Berjanji untuk Bekerja Sama dalam Rencana Perdamaian ASEAN, Meski Dikecualikan pada KTT

- 24 Oktober 2021, 17:12 WIB
Media pemerintah Myanmar mengatakan junta akan bekerja sama dengan ASEAN dalam mengikuti 'konsensus' lima poin yang disepakati pada April.
Media pemerintah Myanmar mengatakan junta akan bekerja sama dengan ASEAN dalam mengikuti 'konsensus' lima poin yang disepakati pada April. /REUTERS/Willy Kurniawan

PIKIRAN RAKYAT- Pada Minggu, 24 Oktober 2021, penguasa militer Myanmar berjanji untuk bekerja sama 'sebanyak mungkin' dengan rencana perdamaian yang disepakati dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Pernyataan itu datang meskipun ASEAN telah menegur komandan tertinggi Myanmar dari pertemuan KTT minggu ini.

Menurut media pemerintah Myanmar pada Minggu, junta mengatakan pihaknya menjunjung tinggi prinsip hidup berdampingan secara damai dengan negara lain, dan akan bekerja sama dengan ASEAN dalam mengikuti 'konsensus' lima poin yang disepakati pada bulan April.

Baca Juga: Merasa Tak Dianggap Sebagai Orangtua, Ibunda Celine Evangelista Pasrah dengan Perbuatan sang Putri

Sebagaimana diketahui, pada 15 Oktober lalu, para menteri luar negeri ASEAN memutuskan untuk mengecualikan pemimpin kudeta Myanmar Min Aung Hlaing pada KTT, karena kegagalannya untuk mengimplementasikan 'konsensus' lima poin tersebut.

Menanggapi putusan tersebut, junta membalas pada Jumat, menuduh ASEAN telah menyimpang dari prinsip konsensus dan non-intervensi.

Junta menolak untuk menyutujui pengiriman perwakilan Myanmar yang netral secara politik alih-alih Min Aung Hlaing.

Baca Juga: 2 Oknum TNI Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Kini Dikembalikan ke Satuan TNI AU

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari laman Reuters, Ketua ASEAN Brunei Darussalam belum menanggapi penolakan Myanmar tersebut.

Halaman:

Editor: Arman Muharam

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X