Menteri Swedia Sebut Afghanistan Berada di Ambang Kehancuran dan Keruntuhan Lebih Cepat dari yang Diduga

- 23 Oktober 2021, 21:18 WIB
Ilustrasi. Menteri kerja sama pembangunan internasional Swedia Per Olsson Fridh mengatakan  Afghanistan berada di ambang kehancuran dan keruntuhan.
Ilustrasi. Menteri kerja sama pembangunan internasional Swedia Per Olsson Fridh mengatakan Afghanistan berada di ambang kehancuran dan keruntuhan. /Reuters/Stringer

PIKIRAN RAKYAT- Menteri kerja sama pembangunan internasional Swedia memperingatkan pada Sabtu, 23 Oktober 2021 bahwa Afghanistan sedang menuju keruntuhan ekonomi yang berisiko membawa negara itu ke dalam krisis politik baru.

Saat ini, Afghanistan, negara yang dikuasai oleh Taliban, telah terjerumus ke dalam krisis ekonomi menyusul runtuhnya pemerintah yang didukung Barat dan kelompok itu mengambil alih pada Agustus lalu.

Pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban ini juga menandai berakhirnya bantuan miliaran dolar untuk ekonomi negara itu yang bergantung pada bantuan internasional.

Baca Juga: Ada yang Minta Jangan Ganggu Jokowi di Sisa Masa Jabatannya Tiga Tahun Lagi

"Kekhawatiran saya adalah bahwa negara ini berada di ambang kehancuran dan keruntuhan itu datang lebih cepat dari yang kita duga," kata Per Olsson Fridh kepada Reuters di Dubai.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, ia juga memperingatkan bahwa terjun bebas ekonomi Afghanistan, dapat menyediakan lingkungan bagi kelompok-kelompok teror di negara itu untuk berkembang.

Diketahui, 27 negara Uni Eropa, termasuk Swedia, telah meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa, tetapi telah menghentikan bantuan pembangunannya.

Baca Juga: Buat Mertua Happy, Irwan Musrry Ajak Orangtua Maia Estianty Keliling Pulau Seribu

Palang Merah pada hari Jumat mendesak masyarakat internasional untuk terlibat dengan Taliban, memperingatkan bahwa kelompok bantuan sendiri hanya dapat memberikan solusi sementara.

Halaman:

Editor: Arman Muharam

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X