Jumat, 5 Juni 2020

Cara Gila Tunda Pemanasan Global, dari Kipas Raksasa Sampai Rekayasa Matahari

- 26 Juli 2017, 15:39 WIB
KIPAS raksasa milik Climeworks yang berfungsi menyerap karbondioksida dari udara di Swiss terpasang di atap salah satu gedung pengolahan limbah di Winwil, Swiss, 18 juli 2017.*

"Sejak Kesepakatan Paris, sektor usaha sudah sangat berubah," kata dia menggambarkan ketertarikan investor untuk menanam modal dalam upaya penanganan perubahan iklim. Demikian Reuters melaporkan seperti dikutip Antara.

Climeworks masih belum bisa mendapatkan keuntungan dari bisnisnya mengingat produk karbondioksida konvensional hanya dihargai 300 dolar per ton di Swiss atau sepertiga lebih murah.

Perusahaan lain yang punya bisnis serupa di antaranya adalah Carbon Engineering di Kanada, Global Thermostat di Amerika Serikat, dan Skytree di Belanda.

Kesepakatan Paris adalah upaya membatasi kenaikan suhu bumi hingga kurang dari dua derajat celcius dengan temperatur ideal 1,5 derajat celcius atau sedikit di atas masa praindustrial.

Akan tetapi, data PBB menunjukkan bahwa upaya yang berpusat pada pengurangan emisi tidak akan cukup terutama tanpa tekad Amerika Serikat. Dunia harus bisa mencapai “emisi negatif" dengan mengekstrak karbon dari alam.

Rekayasa matahari

Upaya lain yang lebih berbahaya adalah meredupkan cahaya matahari untuk mendinginkan planet kita.

Universitas Harvard adalah salah satu institusi yang melakukan upaya itu sejak 2016 lalu dan berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 7,5 juta dolar. Mereka berencana melakukan percobaan pertama di atas langit negara bagian Arizona.

"Jika kita benar-benar ingin mencapai target 1,5 derajat celcius, kita harus bisa merekayasa matahari. Ini bukan rekaan ilmiah. Bagi saya, ini adalah ilmu biasa tentang atmosfer," kata David Keith dari Harvard.

Akan tetapi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rekayasa matahari dengan bahan-bahan kimia bisa mempengaruhi pola cuaca dunia dan mengganggu musim hujan.

Selain itu, banyak peneliti khawatir upaya-upaya baru tersebut bisa menurunkan komitmen utama pengurangan gas emisi yang merupakan penyebab utama pemanasan global.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X