Kamis, 2 April 2020

Emmanuel Macron Presiden Termuda di Dunia

- 8 Mei 2017, 07:31 WIB

JAKARTA,(PR).- Presiden terpilih Prancis Emmanuel Macron tercatat sebagai presiden termuda di dunia saat ini. Dia juga bahkan termuda dalam sejarah Prancis karena dalam usianya yang baru 39 tahun, dia akan resmi menjadi kepala negara. Macron menang dalam pemilu 7 Mei 2017 dengan 66,06 persen suara mengalahkan Marine Le Pen yang meraih 33,04 suara.

Pria kelahiran 21 Desember 1977 belakangan ini juga ramai dibicarakan karena dia menikah dengan wanita yang berprofesi sebagai guru, Brigitte Trognieux, pada 2007. Brigitte kini berusia 64 tahun dan sebelum dinikahi Macron, dia janda beranak tiga. Macron akan dilantik 14 Mei 2017 di Istana Elysee. Dia menggantikan Presiden Francois Hollande yang berusia 62 tahun dan juga seniornya dari Partai Sosialis.

Kemenangan Macron tentu penting bagi kelanjutan kerja sama Prancis dengan Indonesia. Apalagi 29 Maret lalu, Francois Hollande mengunjungi Indonesia. Kunjungan itu menjadi yang pertama sejak sekitar 31 tahun lalu setelah Presiden Francois Mitterand.

Seperti dilansir Antara, 8 Mei 2017, Presiden RI Joko Widodo dan Francois Hollande menyaksikan penandatanganan lima nota kesepahaman. Nota kesepahaman itu kerja sama kedua negara di bidang pembangunan urban berkelanjutan, pariwisata, pertahanan, ilmu pengetahuan dan penelitian, serta pertukaran tenaga peneliti.

Presiden Jokowi juga menyambut baik fokus baru dalam bilateral Indonesia-Prancis, yaitu kerja sama maritim dan ekonomi kreatif. Dalam kerja sama bidang maritim, Indonesia meminta kerja sama dalam memerangi IUU Fishing termasuk menjadikan IUU (Illegal, unreported and unregulated) fishing masuk sebagai "transnational crime organization". Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, kerja sama di bidang sinematografi, perfilman, fashion dan ekonomi digital juga akan terus dikembangkan.

loading...

Bilateral

Selain kerja sama bilateral, Indonesia dan Prancis juga melakukan kerja sama yang erat di berbagai isu internasional. Beberapa di antaranya isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, serta dan melawan ektremisme dan terorime. Kedua negara sepakat memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep "two state solution".

Indonesia dan Prancis sebagai penyumbang pasukan perdamaian dunia. Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia. Indonesia-Prancis juga sepakat penyebaran nilai-nilai toleransi. Keduanya sepakat menghilangkan xenophobia sebagai upaya memberantas ektremisme dan terorisme.

Kerja sama pertahanan antara Indonesia-Prancis diperdalam karena kesadaran kedua negara dalam kemandirian di bidang pertahanan, termasuk alat dan personalia.

Halaman:

Editor: Arie C. Meliala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X