Rabu, 3 Juni 2020

Amerika Serikat Pasang THAAD, Perang Nuklir di Depan Mata?

- 26 April 2017, 15:22 WIB
UJI coba sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang dilakukan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.*

PYONGYANG, (PR).- Ketegangan di Semenanjung Korea kembali mengeskalasi setelah Amerika Serikat, Rabu 26 April 2017 memindahkan sistem antirudal THAAD ke wilayah Korea Selatan. THAAD merupakan kependekan dari Terminal High Altitude Area Defense, sistem pertahanan antirudal milik negeri Paman Sam.

Sistem THAAD dibuat berdasarkan perjanjian antara Amerika Serikat dan Korea Selatan pada 2016 lalu. Namun pemasangannya belum dilakukan di kawasan militer Korea Selatan karena mendapatkan penentangan dari warga setempat. Mereka khawatir, jika sistem THAAD dipasang di Korea Selatan, sistem antirudal itu akan menjadi target Korea Utara sehingga membahayakan orang-orang yang tinggal di sekitar situs militer.

Seperti dilaporkan The Guardian, Rabu 26 April 2017, aksi Amerika Serikat memindahkan THAAD ke kawasan militer Korea Selatan mendapatkan protes dari ratusan warga setempat. Rencananya, pada 9 Mei mendatang, mereka akan menggelar demosntrasi besar-besaran menentang penempatan THAAD di wilayah mereka.

Latihan militer tersebut berlangsung tak lama setelah kapal selam Amrika Serikat tiba di perairan Korea Selatan. Aksi terbaru itu telah membuat Amerika Serikat , Jepang, dan Korea Selatan menggelar pertemuan di Tokyo untuk membahas meningkatnya ancaman senjata nuklir.

Sementara itu, Tiongkok telah meluncurkan kapal induk pertama buatan dalam negeri yang akan bergabung dengan Liaoning, kapal induk bekas buatan Rusia.

Peluncuran tersebut dilakukan di tengah peningkatan ketegangan di Korea Utara dan kekhawatiran tentang ketegasan Beijing di Laut Tiongkok Selatan.

Media pemerintah Tiongkok mengutip pakar militer mereka yang mengatakan bahwa kapal induk tersebut dirancang di Tiongkok. Meski demikian,  kapal itu tidak akan bertugas penuh hingga 2020 karena membutuhkan waktu untuk sepenuhnya dilengkapi dan dipersenjatai.

Peluncuran tersebut menarik perhatian karena pengamat militer asing dan media Tiongkok selama berbulan-bulan menerbitkan citra satelit, foto, dan berita tentang perkembangan kapal induk kedua dari negara tersebut. Tiongkok memastikan keberadaan kapal induk kedua tersebut pada akhir 2015.

Halaman:

Editor: Huminca Sinaga


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X