Pandora Papers Jadi Sorotan di Malaysia, Sejumlah LSM Berunjuk Rasa di Gedung Parlemen Kuala Lumpur

- 13 Oktober 2021, 07:50 WIB
Massa dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Malaysia berunjuk rasa di jalan masuk gedung parlemen Malaysia untuk mempersoalkan keengganan parlemen membahas Pandora Papers publikasi.
Massa dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Malaysia berunjuk rasa di jalan masuk gedung parlemen Malaysia untuk mempersoalkan keengganan parlemen membahas Pandora Papers publikasi. /Antara/Agus Setiawan

PIKIRAN RAKYAT – Belakangan istilah Pandora Papers hangat diperbincangkan oleh berbagai media pemberitaan sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Pandora Papers merupakan istilah yang diberikan untuk catatan keuangan yang jumlahnya lebih dari 11,9 juta dengan ukuran file sebesar 2,94 terabyte dan berisi informasi yang sifatnya rahasia.

Menanggapi Pandora Papers, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berunjuk rasa di depan gedung parlemen Malaysia di Kuala Lumpur pada Selasa, 12 Oktober 2021.

LSM itu mempersoalkan keengganan parlemen untuk membahas Pandora Papers yang mempublikasikan perginya uang senilai 1.800 miliar ringgit atau Rp6.146.253.428.400,00 ke bank-bank luar negeri.

Baca Juga: Presiden Ekuador Akan Diinvestigasi Parlemennya Usai Masuk Pandora Papers

Mereka menyerahkan memorandum yang meminta pemerintah koalisi Perikatan Nasional 2.0 untuk ikut prihatin dengan keengganan parlemen mengagendakan Pandora Papers dalam sidang parlemen.

Memorandum tersebut diterima Wakil Menteri Bidang Parlemen dan Undang-Undang Mas Ermieyati di Kantor Perdana Menteri dan pihak oposisi yang diwakili oleh Ketua Oposisi Parlemen Malaysia sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim mengatakan bahwa laporan Pandora Papers yang dipublikasikan pada 3 Oktober menyebut nama Menteri Keuangan Zafrul Tengku Abdul Aziz; Wakil Menteri Keuangan Yamani Hafez Musa; mantan Menteri Keuangan Daim Zainuddin; anggota parlemen Bagan Datuk dan Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi: dan anggota parlemen Selayang Willian Ong.

Menurut perwakilan LSM Gegar Ruslan Ismail, Pandora Papers sepatutnya dibahas dalam sidang parlemen sejak beberapa hari lalu setelah diusulkan oleh Anwar Ibrahim.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X