Senin, 24 Februari 2020

Limbah Baterai Note 7 Meledak, Pabrik Samsung Terbakar

- 9 Februari 2017, 12:58 WIB
ASAP membubung di atas salah satu pabrik Samsung yang memproduksi baterai di Tianjin, Tiongkok, Rabu 8 Februari 2017.*

TIANJIN, (PR). - Salah satu pabrik Samsung yang memproduksi baterai Galaxy Note 7 di Tianjin, Tiongkok, terbakar. Menurut keterangan layanan darurat lokal, api di pabrik Samsung SDI itu disinyalir berasal dari tumpukan baterai yang dibuang di lokasi pembuangan limbah

Sejumlah foto yang beredar di Weibo menunjukkan kepulan asap yang membubung di atas atap pabrik Samsung SDI. Seperti dilaporkan The Telegraph, sebanyak 110 petugas dan diangkut 19 kendaraan pemadam kebakaran turun tangan untuk memadamkan api. Meski demikian, ta dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Materi yang terbakar adalah baterai lithium di dalam tempat produksi dan beberapa produk setengah jadi," demikian kata juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Tianjin. 

Samsung mengklaim bahwa api yang merambat dari tempat penyimpanan limbah itu berskala kecil dan tidak akan mempengaruhi jalur produksi. Meski demikian, perusahaan telah memanggil petugas pemantauan lingkungan untuk memeriksa kualitas udara di sekitar pabrik yang terbakar itu.

Pabrik SDI dilaporkan akan memasok baterai untuk produk Samsung terbaru, Galaxy S8. Kejadian itu kemungkinan akan berefek pada ditundanya peluncuran Galaxy S8 yang telah tersiar sejak akhir Januari 2017 karena penyelidikan tentang baterai Samsung Galaxy Note 7 yang meledak belum usai. Sebuah penyelidikan Samsung menemukan bahwa baterai dari dua produsen itulah yang harus disalahkan atas masalah 'overheating' ini, salah satunya pabrik yang terbakar tersebut.

Sejak krisis, SDI, sebuah cabang dari perusahaan Korea Selatan yang didedikasikan untuk energi dan baterai, telah menginvestasikan 150 miliar won (setara Rp 1,7 triliun) untuk faktor keselamatan. Samsung yakin bahwa Galaxy S8 akan aman dan memiliki "komitmen baru untuk keselamatan".

Terkait berita yang menyusul insiden ledakan baterai di Korea Selatan ini, mereka akan menempatkan produsen elektronik di bawah keamanan yang lebih intens, termasuk pemeriksaan secara rutin dan persyaratan keselamatan yang ketat. Pengawas keselamatan negara untuk saat ini belum dikenakan denda atas kesalahan Samsung yang menyebabkan puluhan orang terluka dan kebakaran di seluruh dunia, namun kontroversi memperkirakan mereka akan membayar miliaran dolar AS dari laba operasi mereka. (Nurul Nur Azizah)***


Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X