Jumat, 5 Juni 2020

"James Bond” Tulis Laporan Keterkaitan Donald Trump dengan Rusia

- 12 Januari 2017, 12:09 WIB

WASHINGTON, (PR).- Christopher Steele, penulis laporan materi tentang operasi Rusia yang diduga diserahkan kepada presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, ternyata adalah mantan perwira badan rahasia Inggris. MI-6. Demikian dilaporkan salah satu sumber terpecaya Reuters yang akrab dengan karier Steele. Mantan pejabat sandi Inggris mengatakan, Steele menghabiskan bertahun-tahun di bawah perlindungan diplomatik dan bekerja di bawah MI-6 di Rusia dan Paris dan di Kantor Urusan Luar Negeri di London. Setelah keluar dari MI-6, Steele juga memberikan informasi tentang korupsi di FIFA kepada Biro Penyelidik Federal AS, FBI. Pekerjaan tersebut adalah hasil karyanya saat mendalami korupsi di FIFA. Hal itu menguatkan kepercayaan terkait laporannya mengenai keterlibatan Donald Trump di Rusia, kata pejabat AS, Rabu, 11 Januari 2017 kepada Reuters. Surel yang diterima Reuters menunjukkan bahwa pada musim panas 2010, anggota tim FBI yang berbasis di New York ditugaskan untuk menyelidiki "Organisasi Kriminal Eurasia". Mereka bertemu Steele di London untuk membahas dugaan kemungkinan korupsi di FIFA, badan sepak bola yang bermarkas di Swiss yang juga menyelenggarakan turnamen Piala Dunia. Orang-orang yang akrab dengan kegiatan Steele mengatakan, perusahaannya yang berbasis di Inggris, Orbis Business Intelligence, dipekerjakan oleh Football Association (FA), badan domestik sepak bola Inggris, untuk menyelidiki FIFA. Saat itu, FA berharap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022. Arsip perusahaan Inggris menunjukkan bahwa Orbis dibentuk pada Maret 2009. Di tengah pusaran dugaan korupsi, peran tuan rumah Piala Dunia 2018 diberikan kepada Moskow dan Qatar terpilih menjadi tuan rumah kompetisi 2022. Anggota tim FBI yang bertemu Steele kemudian membuka penyelidikan besar terkait dugaan korupsi sepak bola yang menyebabkan puluhan dakwaan di Amerika, termasuk dari pejabat sepak bola internasional terkemuka. Pejabat senior FIFA, termasuk presiden Sepp Blatter yang menjabat sejak lama, kala itu dipaksa untuk mengundurkan diri. Terkait laporannya atas Donald trump, Steele awalnya disewa oleh FusionGPS, perusahaan riset politik berbasis di Washington DC, untuk menyelidiki Trump atas perintah seseorang dari Partai Republik yang tidak dikenal yang ingin menghentikan tawaran Trump untuk maju menjadi calon presiden. BBC melaporkan, Steele esmula disewa oleh Jeb Bush, salah satu dari 16 lawan Trump dalam kandidat utama Partai Republik tahun 2016. Namun laporan BBC tersebut selanjutnya sulit untuk dikonfirmasi. Steele masih dalam penugasan oleh FusionGPS setelah Donald Trump maju dalam pencalonan pemilu presiden dan informasinya beredar di Partai Demokrat serta di media. Urusan Steele dengan FBI dan Donald Trump dimulai pada Juli 2016. Namun, Steele memotong kontak dengan FBI sekitar sebulan sebelum pemilu, 8 November 2016 karena dia frustrasi dengan lambatnya kemajuan yang dibuat FBI. Reuters menyebut, FBI membuka penyelidikan awal tentang Donald Trump dan pendukungnya dengan Rusia yang sebagian didasarkan pada laporan Steele. Setelah itu, FBI memperlambat kinerjanya dalam beberapa minggu sebelum pemilu presiden Amerika Serikat untuk menghindari gangguan dalam pemungutan suara. Steele dikabarkan menjadi frustrasi dan berhenti berurusan dengan FBI. Dia menyimpulkan, FBI tidak punya keseriusan untuk menyelidiki informasi yang telah dia disediakan. Laporan Steele beredar selama berbulan-bulan di sejumlah media masa termasuk Reuters tetapi organisasi berita maupun lembaga penegak hukum Amerika Serikat dan badan intelijennya telah mampu mengonfirmasi laporan-laporan tersebut. Di sisi lain, BuzzFeed telah menerbitkan beberapa laporan Steele tentang Donald Trump di situsnya pada hariSelasa 10 Januari 2017 tapi Donald Trump dan para pembantunya kemudian mengatakan laporan itu palsu. Christopher Burrows, direktur dan pendiri Orbis Business Intelligence mengatakan kepada The Wall Street Journal—selaku media yang pertama kali menyebut nama Steele—bahwa dia tidak bisa memastikan atau menyangkal bahwa perusahaan Steele mengeluarkan laporan mengenai Donald Trump.***

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X