Kecelakaan Kereta Api di India Tewaskan 107 Orang

- 20 November 2016, 13:12 WIB
PARA petugas penyelamat mencoba menolong korban yang terimpit di dalam kereta api yang mengalami kecelakaan di Pukhrayan, di sebelah selatan kota Kanpur, India, Minggu 20 November 2016.*

NEW DELHI, (PR).- Sedikitnya 107 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka setelah 14 rangkaian kereta ekspres India rute Indore-Patna, keluar dari rel di negara bagian Uttar Pradesh, Minggu 20 November 2016. Seperti dilaporkan Reuters, jumlah korban tewas ini masih bisa bertambah karena banyak korban mengalami luka sangat parah yang mengancam jiwa. Selain itu, otoritas kepolisian juga mengatakan bahwa sejumlah penumpang dilaporkan hilang. Pejabat senior kereta api India Pratap Rai kepada Reuters mengatakan, banyak keluarga penyintas masih berusaha mencari sanak saudara mereka di antara puing-puing kereta yang hancur parah. Mereka berharap bisa menyelamatatkan para kerabat dan teman serta mengumpulkan barang-barang mereka yang tercecer di lokasi kejadian. "Kami menggunakan segala cara untuk menyelamatkan nyawa para penumpang, tetapi sangat sulit untuk memotong gerbong," ujar Rai di lokasi kejadian. Dengan jumlah korban tewas yang masih akan bertambah, kecelakaan kereta kali ini bisa jadi yang terburuk sejak 2005 saat kereta jatuh ke sungai dan menewaskan lebih dari 100 orang. Data Reuters menunjukkan bahwa sistem kereta api India mmerupakan yang keempat terbesar di dunia. Pemerintah federal India memiliki 11.000 kereta api, termasuk 7.000 kereta penumpang yang setiap hari mengangkut 20 juta komuter di seantero India. Kendati sistem kereta api India terbesar keempat di dunia, ini tak diimbangi dengan jaminan keselamatan yang baik. Hal ini terlihat dari jumlah korban tewas setiap tahunnya akibat kecelakaan kereta mencapai ribuan orang. Mayoritas kecelakaan KA di Idia terjadi akibat kereta keluar dari rel dan tabrakan. Dilansir BBC, insiden yang menimpa para penumpang Kereta Ekspres Indore-Patna terjadi sesaat setelah pukul 3.00 dini hari waktu setempat, dekat Kota Kanpur. "Kami terbangun dengan guncangan sekitar pukul 03.00. Beberapa gerbong keluar rel, semua orang terkejut. Saya melihat sejumlah jenazah dan korban cedera," kata Krishna Keshav, salah seorang penumpang, kepada BBC. Sebagian besar korban berada di dua gerbong dekat mesin kereta, yang terbalik dan rusak parah. Merespons peristiwa ini, Perdana Menteri Narendra Modi meluncurkan cuitan melalui akun media sosialnya. "Duka yang tak bisa diungkap kata-kata atas hilangnya sejumlah nyawa akibat kereta ekspres Patna-Indore keluar rel. Saya turut memikirkan para keluarga yang berduka. Doa untuk mereka yang cedera dalam kecelakaan kereta yang tragis ini." Modi mengatakan dia telah berbincang dengan Menteri Perkeretaapian, Suresh Prabhu, yang terus "memantau situasi ini dari dekat". Prabhu menegaskan penyelidikan terhadap insiden tersebut akan segera dimulai dan kompensasi akan diberikan kepada para penumpang yang meninggal dunia dan cedera. Menurut dia, aksi tegas akan ditempuh terhadap orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu.***

Editor: Huminca Sinaga


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X