Taliban Gantung 4 Mayat Penculik di Alun-alun Kota Afghanistan, Dipajang Berlumur Darah di Tempat Umum

- 25 September 2021, 20:49 WIB
Ilustrasi Taliban
Ilustrasi Taliban /Reuters


PIKIRAN RAKYAT - Taliban menggantung mayat empat pria usai dibunuh dalam baku tembak di kota Herat, Afghanistan barat, Sabtu, 25 September 2021. Keempat mayat itu digantung di alun-alun kota karena dituduh menculik orang-orang.

Wakil Gubernur Provinsi Herat, Mawlawi Shir Ahmad Muhajir mengatakan, mayat empat pria itu dipajang di berbagai tempat umum pada hari yang sama dengan pembunuhan untuk mengajarkan "pelajaran" bahwa penculikan tidak akan ditoleransi.

Dikutip dari Straits Times, Sabtu, 25 September 2021, foto yang beredar di media sosial menunjukkan tubuh 4 mayat it berlumuran darah di bagian belakang truk pick-up.

Baca Juga: Cerita Hercules Menaklukkan Jakarta, Dibacok, Ditembak Kepala Masih Bertahan hingga Bertemu Gus Miftah

Sementara, video lain menunjukkan seorang pria yang digantung dari derek di bundaran besar di Herat dengan tanda di dadanya bertuliskan: "Penculik akan dihukum seperti ini".

Pertunjukan di beberapa alun-alun di kota itu adalah hukuman publik paling terkenal sejak Taliban berkuasa pada Agustus lalu. Ini juga menjadi tanda bahwa garis keras Islam akan mengambil tindakan menakutkan yang serupa dengan aturan mereka sebelumnya dari tahun 1996 hingga 2001.

Muhajir mengatakan pasukan keamanan diberitahu seorang pengusaha dan putranya telah diculik di kota pada Sabtu pagi.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Sentil Pemda Sulteng Soal Pengelolaan Data Covid-19: Di Matanya Pusat Ini Bahaya

Polisi menutup jalan keluar kota dan Taliban menghentikan orang-orang itu di sebuah pos pemeriksaan, di mana ada kejadian "tembak-menembak terjadi", katanya.

"Akibat pertempuran beberapa menit, salah satu Mujahidin kami terluka dan keempat penculik tewas," kata Muhajir dalam sebuah pernyataan tertulis.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Straits Times


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X