Sabtu, 22 Februari 2020

Raja Thailand Wafat Karena Sakit

- 13 Oktober 2016, 13:18 WIB
SEORANG perempuan berduka saat menerima kabar bahwa Raja Thailand Bhumibol Adulyadej meninggal dunia di RS Siriraj di Bangkok, Thailand, Kamis 13 Oktober 2016.*

BANGKOK, (PR).- Rakyat Thailand berduka setelah Raja Bhumibol Adulyadej meninggal dunia pada usia 88 tahun di Bangkok, Kamis 13 Oktober 2016. Dalam beberapa tahun terakhir ini kondisi kesehatan sang raja sudah tak fit. Dia kerap sakit-sakitan sampai akhirnya ajal menjemputnya. Sejak sakit, seperti dilansir BBC, sang raja yang sangat dihormati di Thailand ini pun jarang tampil di depan umum. Rakyat Thailand selama ini menempatkannya sebagai bapak bangsa. Meski dia jauh dari politik, sang raja sering menjadi penengah dalam ketegangan politik di negeri gajah putih tersebut dan sellalu berusaha untuk menemukan solusi tanpa kekerasan. Hingga akhir hayatnya, Raja Bhumibol Adulyadej merupakan raja yang paling lama berkuasa di dunia. Perayaan 70 tahun tahtanya pada 7 Juni 2016 lalu berlangsung dalam suasana sedih karena kondisi kesehatan memburuk yang membuatnya tidak tampil di depan umum. Suasana ini amat berbeda dengan perayaan 10 tahun sebelumnya, Juni 2006, ketika ratusan ribu orang berkumpul mendengarkan pidatonya. Raja Bhumibol sendiri berkuasa pada 9 Juni 1946 setelah saudaranya, Raja King Ananda Mahidol, meninggal dalam insiden penembakan di Istana Kerajaan di Bangkok. Sampai sekarang apa yang memicu penembakan tersebut tidak jelas penyebabnya. Masih dilansir BBC, Raja Bhumibol yang dilahirkan di Cambridge, Massachusetts pada 5 Desember 1927 ketika ayahnya, Pangeran Mahidol Adulyadej, sedang berkuliah di Universitas Harvard dan dikenal sangat suka kegiatan seni, seperti fotografi, bermain saksofon, menggubah musik, melukis, dan menulis. Ayah Bhumibol meninggal saat ia berusia dua tahun. Setelah kematian ayahnya itu, Bhumibol diajak ibunya pindah ke Swiss. Di kota pegunungan yang indah inilah Bhumibol sempat menimba ilmu. Ketika mengunjungi Paris, sang raja bertemu calon istrinya, Sirikit, putri duta besar Thailand untuk Prancis. Pasangan itu akhirnya menikah pada 28 April 1950.***


Editor: Huminca Sinaga

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X