Haruki Murakami Dijagokan Dapat Nobel Sastra 2016

- 11 Oktober 2016, 14:38 WIB

STOCKHOLM, (PR).- Pengumuman peraih Nobel baru akan dilakukan pada 13 Oktober 2016 mendatang, tetapi di dunia maya telah beredar sejumlah nama yang dijagokan akan meraih penghargaan paling prestisius di dunia itu. Dilansir The Guardian, Selasa 11 Oktober 2016, novelis Jepang Haruki Murakami diunggulkan meraih Nobel sastra setelah tahun lalu gagal memperoleh itu. Ladbrokes, perusahan spesialis taruhan yang bermarkas di Inggris, memasukkan nama Haruki dalam urutan pertama sebagai pemenang favorit Nobel yang akan diumumkan Kamis depan. Selain Haruki, nama lainnya yang dijagokan adalah penulis asal Irlandia, John Banville, penulis Kenya Ngugi wa Thiong’o, penulis AS Joyce Carol Oates, penulis Suriah Adonis dan penulis Spanyol Javier Marías. Hasil kajian Ladbrokes tersebut bisa melenceng karena pemenang Nobel sebenarnya tak bisa diprediksi karena itu adalah mutlak keputusan dewan juri Nobel. Terkait diunggulkannya Haruki, jubir Ladbrokes Alex Donohue mengatakan bahwa nama novelis asal Jepang tersebut dalam tiga tahun terakhir terakhir selalu masuk nominasi peraih Nobel sastra, tetapi selalu gagal menjadi pemenang. Tampaknya, untuk tahun ini, kata Alex, para penggemar Haruki yakin penulis favorit mereka ini akan diganjar hadiah Nobel. "Namanya tiap tahun muncul. Tapi, kali ini para penggemarnya sepertinya yakin tahun ini adalah tahun keberuntungan buat Haruki," ujar Alex. Tahun lalu, pemenang Nobel sastra adalah wartawan senior Belarusia Svetlana Aleksijevitj (68). Dia mendapatkan Nobel atas tulisan-tulisannya yang berani. Komite Nobel mengungkapkan bahwa Svetlana selama ini merupakan pengkritik rezim Rusia paling vokal sedunia. Tulisan-tulisannya soal Rusia termasuk saat negara tersebut masih menjadi Uni Soviet telah membuka mata dunia tentang segala hal yang terjadi di negara bekas komunis tersebut. Salah satu bukunya yang mengkritik Rusia berjudul "A prayer for Chernobyl". Selain mengkritik Rusia, jurnalis kelahiran Ukraina 31 Mei 1948 tersebut juga berani mengkritik pemerintahan di negaranya sendiri, Belarusia. Sementara pemenang Nobel pada 2014 adalah novelis Prancis, Patrick Modiano (71). Saat itu sebenarnya banyak pihak menjagokan novelis Jepang, Haruki Murakami dan sastrawan Kenya Ngugi wa Thiong'o. Akan tetapi, dalam kenyataannya, sastrawan Prancis Modiano yang berhasil memboyong hadiah Nobel. Sastrawan Prancis tersebut sudah menulis sejak tahun 1960-an dan konsisten sampai saat ini. Sejumlah karya Modiano adalah The Trace of Malice dan Honeymoon.***

Editor: Huminca Sinaga


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X