Rabu, 26 Februari 2020

Ilmuwan Nobel Puji Misi Zuckerberg Basmi Semua Penyakit

- 25 September 2016, 14:59 WIB

SAN FRANSISCO, (PR).- Para ilmuwan dunia memuji aksi dermawan pendiri Facebook Mark Zuckerberg yang ingin membasmi semua penyakit menular sehingga kehidupan manusia di masa mendatang menjadi lebih baik. Dilansir the Guardian, Minggu 25 September 2016, peraih Nobel asal Institut Teknologi California, David Baltimore, dalam tulisannya yang dimuat jurnal "Science", mengatakan bahwa tujuan yang ingin dicapai Zuckerberg, yakni mengeradikasi semua penyakit dari bumi ini, bisa jadi membuat sejumlah kalangan skeptis dengan misi tersebut lantaran terkesan terlalu muluk. Namun, lanjut David, apa yang dicita-citakan Zuckerberg agar semua penyakit menular di bumi ini hilang, patut diapresiasi dan didukung. Sementara ilmuwan lainnya yang juga dikenal sebagai pakar neurobiologis ternama dunia, Cori Bargmann, mengungkapkan bahwa tujuan yang ingin dicapai Mark dengan menyumbangkan hartanya untuk memberantas semua penyakit, bisa jadi terlihat "sangat ambisius". Akan tetapi, misi Mark tersebut bukan hal yang sepenuhnya konyol. Ilmuwan lainnya dari Inggris Jim Smith mengatakan bahwa dunia butuh banyak terobosan di bidang kedokteran untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di era mendatang. Jim menuturkan bahwa sejak tahun 1900, kualitas kehidupan manusia terus membaik berkat inovasi di bidang medis dan farmasi. Dia mencontohkan, banyak bayi yang dilahirkan pada tahun 1900, meninggal dunia sebelum mencapai usia 50 tahun. Ini disebabkan pada era tersebut, perkembangan medis dan obat-obatan masih tersendat. Kini, usia manusia semakin panjang karena ilmu kedoktaran dan farmasi berkembang sangat pesat. Berkat obat-obatan hasil riset panjang para ilmuwan telah membuat kualitas hidup manusia pada tahun 2000-an jauh lebih baik ketimbang tahun 1900-an. Obat-obatan, lanjut Jim, punya peranan penting dalam memperpanjang usia harapan hidup di dunia ini. Jim pun optimis bahwa kualitas hidup manusia akan semakin baik pada 2100. Oleh karena itu, dirinya sangat mendukung upaya Zuckerberg dan istrinya yang menyumbangkan harta mereka untuk kepentingan pembasmian semua penyakit menular. "Pada tahun 2100 mendatang kita akan sangat tercengang dengan pencapaian yang ada. Kita perlu mendukung inisiatif yang membuat kualitas hidup manusia di bumi ini semakin membaik," ujar Smith yang juga Kepala Pusat Kajian Medis Kerajaan Inggris. Seperti diketahui, pengusaha paling dermawan sedunia yang juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dan istrinya yang merupakan dokter anak, Priscilla Chan, kembali menyumbangkan hartanya untuk kemanusiaan. Dilansir BBC pekan lalu, Mark dan istrinya menyumbangkan dana sebesar 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 39 triliun untuk penelitian medis. Dalam sebuah konferensi pers di San Francisco, mereka mengatakan tujuan mulianya untuk "menyembuhkan, mencegah, atau mengendalikan semua penyakit pada akhir abad ini". Dana sumbangan itu akan didistribusikan oleh Yayasan Chan Zuckerberg Initiative yang didiirikan pada Desember 2015 lalu. Zuckerberg mengatakan, saat ini sekitar 50% uang dihabiskan untuk merawat orang-orang sakit ketimbang menyembuhkan penyakit yang kemungkinan menghentikan mereka dari jatuh sakit. Karena alasan itulah, paradigma ini perlu diubah.***


Editor: Huminca Sinaga

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X