Minggu, 7 Juni 2020

Kepunahan Spesies Mammoth Berbulu Akibat Kekurangan Air

- 2 Agustus 2016, 05:09 WIB

SALAH satu penyebab punahnya kelompok mammoth berbulu dipercaya akibat kekurangan air minum. Hewan jaman es ini hidup di pulau terpencil di pesisir Alaska. Dilansir dari situs BBC, ilmuwan mengatakan, mereka punah sekitar 5.600 tahun yang lalu akibat kehausan dalam pemanasan cuaca yang menyebabkan air danau kering. Kebanyakan mammoth berbulu ini mati sekitar 10.500 tahun yang lalu. Ilmuwan percaya bahwa pemburuan yang dilakukan manusia dan perubahan lingkungan memainkan peran utama dalam kepunahan spesies ini. Namun, sekelompok mammoth berhasil bertahan hidup sampai 5.000 tahun lebih lama di Pulau St Paul. Penelitian di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa binatang ini menghadapi tantangan yang berbeda dengan kelompok yang tinggal di daerah lain. Saat bumi menghangat setelah jaman es, permukaan laut naik. Hal ini menyebabkan pulau mammoth mulai tenggelam. Ini berarti banyak danau yang berubah menjadi laut. Saat air tawar berubah menjadi air asin, air unuk diminum semakin berkurang. Hewan raksasa berbulu ini terpaksa berbagi air minum. Ini menjadi masalah besar bagi mereka. Ketua Peneliti Prof. Russel Draham dari Universitas Negeri Pennsylvania berkata, “Saat danau mengering, para mammoth berkumpul di satu lubang air. Mereka berdesak-desakan dan merusak tumbuh-tumbuhan. Hal ini menyebabkan erosi sedimen ke danau yang membuat air bersih semakin berkurang. Mammoth sendiri berkontribusi atas pendangkalan danau.” Dia juga berkata bahwa jika tidak ada cukup hujan dan salju untuk menaikkan air danau, binatang itu akan mati dengan cepat. “Kita tahu bahwa gajah modern membutuhkan 70 sampai 200 liter air per harinya. Kami berasumsi bahwa mammoth juga membutuhkan sekian air. Tidak membutuhkan waktu banyak untuk lubang air kering. Jika lubang air tersebut kering dalam waktu satu bulan, ini yang fatal,” tambah Prof Graham. Para peneliti mengatakan perubahan iklim yang terjadi hari ini dapat menghasilkan dampak yang sama di pulau kecil dengan ancaman kekurangan air bersih yang menempatkan manusia dan hewan dalam bahaya. (Adinda Alsya Denissa)***

Editor: Administrator


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X