Aktivis China Sudah Beri Bocoran Soal Covid-19 Sebelum Muncul, Pejabat AS Kini Menyesal

- 16 September 2021, 08:02 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. /PIXABAY/geralt

PIKIRAN RAKYAT - David Asher, mantan penyelidik utama Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), menyesal karena tak menghiraukan bocoran informasi soal Covid-19 dari aktivis pro-demkorasi China bernama Wei Jingsheng.

Wei Jingsheng merupakan mantan anggota Partai Komunis China yang hengkang lantaran sudah merasa tak sejalan dengan partai.

Wei Jingsheng, sebagaimana dikutip Pikiran-rakyat.com dari Sky News pada 15 September 2021, mengaku sudah mengetahui kemunculan virus yang sangat menular di negaranya sejak Oktober 2019.

Wei Jingsheng kemudian memberi tahu intelijen AS soal informasi itu namun tidak dihiraukan.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Wajah Liverpool Diselamatkan Kapten, Lionel Messi Masih Mandul

"Saya merasa saat itu mereka (AS) tampak tidak khawatir sebagaimana kekhawatiran yang saya rasakan," ujar Wei Jingsheng.

"Saya berusaha meyakinkan dengan memberikan informasi yang lebih detail kepada mereka. Saya terus mengulangi informasi itu untuk meyakinkan mereka," ucapnya lagi.

Wei Jingsheng juga mengaku sempat menemui seorang pejabat tinggi AS di Gedung Putih pada November 2019 untuk memberi tahu soal Covid-19.

Baca Juga: WHO Sarankan Seluruh Sekolah di Indonesia Kembali Dibuka, sekalipun Kasus Covid-19 Tinggi

Namun, Wei Jingsheng enggan memberi tahu secara detail siapa pejabat yang ditemuinya itu.

Halaman:

Editor: Rio Rizky Pangestu

Sumber: Sky News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X