Sabtu, 22 Februari 2020

Bom Koalisi Tewaskan 56 Warga Sipil Suriah

- 20 Juli 2016, 06:26 WIB

DAMASKUS, (PR).- Sebanyak 56 warga sipil, banyak di antaranya anak-anak dan perempuan, dilaporkan tewas akibat serangan udara di dekat kota bagian utara Suriah, Manbij. Pengamat hak asasi manusia Suriah di Inggris mengatakan bahwa 11 di antara korban tewas adalah anak-anak. Dilansir dari portal online Aljazeera, serangan ini dipimpin oleh pesawat tempur Amerika Serikat. Komando Pusat Amerika Serikat telah mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa mereka memang melakukan serangan udara di daerah tersebut dan masih harus diselidiki jumlah pasti warga sipil yang terluka maupun tewas pada kejadian ini. Kepada Reuters, Kolonel Chris Garver, juru bicara koalisi Amerika Serikat melawan ISIS di Suriah dan Irak, mengatakan bahwa mereka sedang menunggu laporan mengenai jumlah korban namun mereka akan sangat berhati-hati untuk memastikan bahwa serangan udara tersebut menyerang kelompok ISIS, bukan warga sipil. “Koalisi Suriah Arab (SAC) sangat lamban dalam melindungi warga sipil yang memang sudah jelas berada di sekitar Manbij,” katanya. Manbij adalah kota yang padat, hampir seperempat penduduknya digunakan sebagai tameng hidup bagi kelompok ISIS. Komisaris Tinggi HAM PBB menunjukkan keprihatinannya pada sekitar 70.000 warga sipil yang terjebak diantara pihak yang berperang di Manbij. “Warga Sipil telah dilaporkan kehilangan nyawanya ketika mereka meninggalkan ruamah mereka atau berusaha unuk meloloskan diri. Keluarga disana sulit mendapatkan akses menuju makam untuk menguburkan kerabat mereka yang tewas atau terbunuh, mereka menguburkan jenazah di halaman rumah atau membiarkannya di bunker,” ujar Zeid Ra’ad Al Hussein. “Kota ini tidak memiliki akses listrik atau air, tak ada fasilitas medis yang beroperasi. Karena akses menuju kota ditutup, ISIS tidak mengizinkan warga untuk meninggalkan area tersebut,” tambahnya. Pada Minggu (17/7), SAC telah mengamankan pusat komando ISIS yang tersembunyi di sebuah rumah sakit yang digunakan sebagai gudang penyimpanan logistik di barat Manbij. Menurut Satuan Tugas Gabungan, SAC juga telah menargetkan area khusus di kota tersebut saat operasi penyerangan. Mereka juga memberikan kesempatan bagi warga sipil untuk melarikan diri. (Adinda Alsya Denissa)***


Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X